SPADA Indonesia, Terobosan Baru Kemdiktisaintek untuk Perluas Akses Kuliah Daring di Tanah Air

Senin, 17 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) semakin serius mendorong transformasi digital di dunia pendidikan.

Salah satu langkah strategis yang kini mencuri perhatian adalah hadirnya SPADA Indonesia, sebuah platform kuliah daring yang memungkinkan mahasiswa belajar lintas kampus dengan cara lebih fleksibel dan modern.

Keberadaan SPADA Indonesia menjadi jawaban atas kebutuhan pendidikan tinggi yang lebih terbuka dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Jika selama ini proses kuliah hanya berlangsung di ruang-ruang kelas konvensional, kini mahasiswa bisa mengikuti perkuliahan tanpa batas tempat.

Kemdiktisaintek memastikan bahwa melalui SPADA, mahasiswa dapat mengikuti mata kuliah dari kampus lain, termasuk yang tidak tersedia di kampus asal.

Baca juga:  Raja Salman dan Pangeran MBS Sampaikan Belasungkawa untuk Indonesia Atas Bencana di Sumatra

Hasil belajar pun tetap diakui secara resmi, sehingga tidak ada kekhawatiran mengenai penyetaraan atau pengakuan kredit.

Terobosan ini tak hanya memberi kemudahan bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi langkah penting memperluas akses pendidikan tinggi di Indonesia, terutama bagi kampus-kampus dengan sumber daya terbatas.

SPADA Indonesia dapat diakses melalui laman resminya. Di platform tersebut, mahasiswa dan dosen bisa menjelajah ribuan materi pembelajaran yang telah dikurasi. Saat ini SPADA menyediakan lebih dari 10 ribu materi kursus, didukung oleh ratusan tutor.

Beberapa materi yang paling banyak diminati antara lain programming, networking, web design, database, kriptografi, computer-aided design, hingga media. Tren ini menunjukkan minat mahasiswa terhadap bidang teknologi dan kebutuhan keterampilan digital yang semakin mendesak.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Dampingi Pelaksanaan Posyandu Dahlia 3 Desa Trayu Berjalan Lancar

Menariknya, SPADA tidak hanya sekadar ruang belajar, tetapi juga wadah kolaborasi antar kampus. Dosen dari berbagai perguruan tinggi dapat berbagi materi, memperluas jangkauan keilmuannya, dan membantu pemerataan kualitas pendidikan.

Kemdiktisaintek menyoroti tiga manfaat utama dari implementasi SPADA, yang dinilai bisa mendorong lompatan besar dalam sistem pendidikan tinggi nasional:

1. Pemerataan Mutu Pendidikan

Kampus-kampus di luar Pulau Jawa yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas kini dapat mengakses materi dan pengajaran dari perguruan tinggi dengan kualitas lebih maju. Ini menjadi langkah penting memperkecil kesenjangan pendidikan antar wilayah.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 35 Ajak Anak-anak TPQ Baiturrohim Belajar Al-Qur’an dengan Gembira

2. Pilihan Mata Kuliah Lebih Beragam

Mahasiswa bebas mengambil mata kuliah yang belum tersedia di kampus asal. Kesempatan ini memungkinkan mereka memperluas wawasan dan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.

3. Fleksibilitas Belajar

Mahasiswa bisa mengakses mata kuliah kapan saja dan di mana saja. Fleksibilitas ini mendukung gaya belajar generasi modern yang menginginkan kecepatan, kemudahan, dan akses tanpa batas.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Cuaca Ekstrem Dini Hari, Jalur Kereta Pantura Sempat Terganggu
Kementerian PKP Pimpin Pemulihan Permukiman Pascabencana di Sumatra
Isra Mikraj 1447 H, Menag Tekankan Salat sebagai Pondasi Akhlak dan Kesadaran Ekologis
KPK Ingatkan Risiko Korupsi Penugasan Khusus Pertamina dalam Kerja Sama Energi dengan AS
RUU Penanggulangan Disinformasi Disorot DPR, Komisi I Minta Pemerintah Lebih Terbuka
Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana
Jawa Tengah Tancap Gas Menuju Swasembada Pangan 2026, Ini Strategi Besarnya
Darurat Sampah Nasional Ditetapkan, Pemerintah Dorong Peran Aktif Daerah dan DPRD

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:28 WIB

Cuaca Ekstrem Dini Hari, Jalur Kereta Pantura Sempat Terganggu

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:18 WIB

Kementerian PKP Pimpin Pemulihan Permukiman Pascabencana di Sumatra

Jumat, 16 Januari 2026 - 08:42 WIB

Isra Mikraj 1447 H, Menag Tekankan Salat sebagai Pondasi Akhlak dan Kesadaran Ekologis

Jumat, 16 Januari 2026 - 06:15 WIB

KPK Ingatkan Risiko Korupsi Penugasan Khusus Pertamina dalam Kerja Sama Energi dengan AS

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:12 WIB

Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana

Berita Terbaru