Ombudsman RI Dorong Integrasi Pengawasan Perlintasan untuk Tekan Lonjakan Kasus TPPO

Sabtu, 22 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang kembali menunjukkan tren kenaikan membuat Ombudsman RI menegaskan perlunya terobosan serius dalam pengawasan perlintasan orang.

Menurut lembaga pengawas pelayanan publik tersebut, langkah paling mendesak adalah membangun sistem pengawasan yang benar-benar terintegrasi antarinstansi, mulai dari imigrasi hingga lembaga pendukung perlindungan WNI.

Ketua Ombudsman RI, Mokhammad Najih, menilai kenaikan jumlah korban merupakan alarm bahwa deteksi dini di lapangan belum berjalan optimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Integrasi sistem pengawasan adalah fondasi agar dapat mendeteksi dan mencegah korban TPPO sejak awal,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Jumat (21/11/2025).

Baca juga:  Holding Perkebunan Nusantara Siaga Hadapi Kemarau, PalmCo Perkuat Deteksi Dini Karhutla dan Strategi Agronomi

Ia menekankan bahwa banyaknya celah di titik perlintasan membuat praktik pengiriman pekerja migran secara nonprosedural masih marak.

Anggota Ombudsman RI, Johanes Widijantoro, mengurai persoalan utama yang hingga kini belum terselesaikan: data penting di masing-masing instansi belum saling terkoneksi.

Sistem yang seharusnya menjadi rujukan bersama—mulai dari SIMKIM, SISKOP2MI, SIPMI, data Dukcapil, hingga aplikasi Peduli WNI milik Kemenlu—masih berjalan sendiri-sendiri.

Kondisi ini menyebabkan petugas sulit melakukan verifikasi cepat terhadap calon pekerja migran yang melintas di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI).

“Tanpa integrasi, koordinasi juga lemah. Pengawasan masih sektoral sehingga pelaku bisa memanfaatkan celahnya,” jelas Johanes.

Baca juga:  Mengulik Kisah Inspiratif Bapak Elisturyono, Pengusaha UMKM Sapu Ijuk Tanduk Mas di Desa Wirogomo

Ia juga menyoroti tidak adanya Standar Pelayanan Minimum (SPM) maupun SOP baku untuk pengawasan perlintasan orang.

Selain memperlambat deteksi, ketidakseragaman ini berdampak pada perlindungan hak dasar calon pekerja migran yang tidak merata di setiap daerah.

Ombudsman menemukan bahwa kapasitas dan pemahaman petugas imigrasi mengenai penanganan TPPO belum merata di semua wilayah.

Di daerah tertentu, aparat sudah dibekali pengetahuan dan sistem pendukung yang memadai, namun di daerah lain masih sangat terbatas.

Akibatnya, program pencegahan TPPO yang melibatkan pemerintah desa menjadi tidak sinkron.

Beberapa desa sudah menjalankan edukasi dan pendataan, sementara yang lain belum memiliki pedoman yang jelas.

Baca juga:  Anggaran PPPA dan KPAI 2026 Menyusut, DPR Khawatir Perlindungan Perempuan dan Anak Melemah

Fragmentasi ini membuat upaya pencegahan secara nasional berjalan kurang komprehensif.

Johanes menegaskan, “Saat setiap lembaga berjalan sendiri-sendiri, pelaku TPPO memanfaatkan celah tersebut. Jika sistem terhubung, keberangkatan nonprosedural bisa dideteksi lebih cepat.”

Untuk memperbaiki kondisi tersebut, Ombudsman RI mendorong percepatan implementasi rekomendasi hasil kajian mereka.

Hal paling penting adalah memastikan konektivitas data antarlembaga berjalan secara real time sehingga informasi mengenai identitas, dokumen perjalanan, hingga rekam jejak calon pekerja migran dapat dipantau bersama.

Integrasi tersebut diharapkan tidak hanya memudahkan pencegahan TPPO, tetapi juga meningkatkan efektivitas kebijakan perlindungan WNI secara keseluruhan.

Editor : Hendra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Perkuat GCG dan Kualitas Aset, BRI Finance Jalin Kerja Sama dengan Kejaksaan Sleman
Perkuat Kapasitas dan Kelancaran Lalu Lintas, Pelebaran Ruas Surabaya–Gempol Tingkatkan Kenyamanan Perjalanan di Koridor Trans Jawa
Kejar Target ROA 7,6% di 2029, PTPN Group Perkuat Tata Kelola Optimalisasi Aset
Ekspansi ke Pasar Jepang, SUCOFINDO Perkuat Rantai Pasok Biomassa Berkelanjutan
Pendidikan PPO Logistik BRI Region 6 Sukses Digelar, Peserta Antusias Ikuti Seluruh Rangkaian Kegiatan
Waspada Pekan Depan, Harga Emas Diprediksi Bergerak Melemah Sementara
Pengajian Rutin Jumat di BRI Region 6 Berlangsung Khidmat dan Penuh Kehangatan
Jenderal Lucky Avianto Turun Gunung Hancurkan Ladang Ganja Di Pedalaman Rimba, Paska ‘Dilegalkan’ OPM Papua

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 14:03 WIB

Perkuat GCG dan Kualitas Aset, BRI Finance Jalin Kerja Sama dengan Kejaksaan Sleman

Jumat, 17 April 2026 - 13:03 WIB

Perkuat Kapasitas dan Kelancaran Lalu Lintas, Pelebaran Ruas Surabaya–Gempol Tingkatkan Kenyamanan Perjalanan di Koridor Trans Jawa

Jumat, 17 April 2026 - 13:03 WIB

Kejar Target ROA 7,6% di 2029, PTPN Group Perkuat Tata Kelola Optimalisasi Aset

Jumat, 17 April 2026 - 12:03 WIB

Ekspansi ke Pasar Jepang, SUCOFINDO Perkuat Rantai Pasok Biomassa Berkelanjutan

Jumat, 17 April 2026 - 11:03 WIB

Pendidikan PPO Logistik BRI Region 6 Sukses Digelar, Peserta Antusias Ikuti Seluruh Rangkaian Kegiatan

Berita Terbaru