Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Moderasi Beragama Posko 63 UIN Walisongo Semarang Tahun 2025 menggelar sosialisasi inovatif tentang pemanfaatan limbah rumah tangga dengan mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi pada 10 Agustus 2025.
Kegiatan ini berlangsung di posko 63 KKN Desa Sendangdawung dan diikuti dengan antusias oleh warga sekitar.
Kegiatan ini digelar sebagai upaya mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap limbah rumah tangga, khususnya minyak bekas pakai.
Daripada dibuang sembarangan dan mencemari lingkungan, minyak jelantah ternyata bisa diolah menjadi produk bermanfaat bahkan bernilai jual.
Sosialisasi dimulai dengan pemaparan materi dari salah satu mahasiswa KKN divisi Ekonomi Kreatif, Lala.
Ia menyampaikan bahwa program ini diharapkan mampu membuka wawasan masyarakat sekaligus menjadi peluang usaha baru.
“Kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak membuang minyak jelantah sembarangan, karena kalau dibuang begitu saja bisa mencemari tanah dan air, menyumbat saluran, dan merusak lingkungan. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak ibu-ibu untuk mengolah minyak jelantah jadi lilin aromaterapi yang wangi, bermanfaat, bahkan memiliki nilai jual,” ujarnya.
Dalam sosialisasi ini, mahasiswa tidak hanya sekadar memberi penjelasan, tetapi juga mengajak ibu-ibu untuk praktik langsung membuat lilin aromaterapi.
Proses ini diawali dengan merendam minyak jelantah dengan arang aktif selama 24 jam untuk mengurangi bau tidak sedap, lalu menyaringnya untuk memisahkan kotoran.
Setelah itu, minyak dicampur dengan bahan tambahan seperti stearin sebagai pengeras, pewarna krayon, dan pewangi alami.
Hasil akhirnya adalah lilin aromaterapi yang cantik, tidak hanya bermanfaat sebagai pengharum ruangan, tetapi juga berpotensi bernilai jual.
Mahasiswa KKN turut mengajarkan bagaimana cara pengemasan yang menarik agar dapat menambah penghasilan masyarakat.
Salah satu warga mengaku sangat antusias dengan kegiatan ini.
“Saya di rumah punya dua botol minyak jelantah, bingung mau dibuang atau dibuat apa. Ternyata bisa dipakai lagi buat lilin yang wangi dan mudah banget bikinnya.
Nanti saya akan langsung praktikkan di rumah,” tuturnya.
Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab, pembagian leaflet edukasi, dan penyerahan hasil lilin aromaterapi kepada warga yang hadir.
Sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal terciptanya kebiasaan baru dalam memanfaatkan limbah rumah tangga secara kreatif dan produktif.
Editor : Murni A