Ribuan Desa di Indonesia Masih Belum Terkoneksi Internet, Menkomdigi Dorong Kolaborasi

Minggu, 28 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Peringatan Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi (Postel) ke-80 di Bandung menjadi momentum penting bagi Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid.

Dalam upacara yang digelar di Kantor Pos Indonesia, pada Sabtu, 27 September 2025, ia menegaskan bahwa akses internet di Indonesia masih menghadapi tantangan besar.

Menurut data yang dimilikinya, sebanyak 2.333 desa di Indonesia belum memiliki koneksi internet. Dari jumlah tersebut, 2.017 desa di antaranya bahkan sama sekali belum terlayani jaringan 4G.

Menariknya, dari ribuan desa yang belum terkoneksi tersebut, ada sekitar 316 desa yang mayoritas berupa ladang non-pemukiman.

Baca juga:  Kemkomdigi Catat Kenaikan Indeks Digital Nasional, Tanda Masyarakat Kian Melek Teknologi

Meski bukan kawasan padat penduduk, Meutya menegaskan desa-desa ini tetap harus masuk dalam prioritas pembangunan jaringan.

“Ada 316 desa yang mayoritas berupa ladang non-pemukiman yang juga perlu kita bangun konektivitasnya,” ujarnya.

Pernyataan itu menegaskan bahwa konektivitas digital tidak hanya untuk kawasan urban atau pemukiman besar, tetapi juga untuk seluruh wilayah yang berpotensi dalam mendukung pembangunan.

Meutya mengingatkan bahwa akses internet bukan sekadar soal jaringan, melainkan bagian dari ekosistem telekomunikasi yang menopang kehidupan masyarakat di era teknologi saat ini.

“Industri telekomunikasi telah menjadi urat nadi digital bangsa. Dengan komitmen bersama, saya yakin perjuangan membangun konektivitas ini bukanlah PR yang terlalu berat,” tegasnya.

Baca juga:  Menkomdigi Ajak Generasi Muda Gunakan Teknologi Berlandaskan Etika dan Kemanusiaan

Ia pun mengajak semua pemangku kepentingan—baik pemerintah, operator telekomunikasi, maupun masyarakat—untuk berkolaborasi.

Menurutnya, semangat gotong royong menjadi kunci memperluas akses internet hingga ke pelosok negeri.

Momentum peringatan Hari Bhakti Postel, lanjut Meutya, menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk membuka akses komunikasi ke seluruh penjuru negeri sudah berlangsung sejak lama.

Kini, tantangan yang dihadapi bukan lagi sekadar membangun jaringan telepon, melainkan memastikan internet dapat dinikmati merata oleh masyarakat.

“Perjuangan para pendahulu di dunia pos dan telekomunikasi harus kita lanjutkan. Akses internet adalah bagian dari hak digital masyarakat, dan itu harus kita wujudkan bersama,” katanya.

Baca juga:  Melek Gizi Seimbang, Mahasiswa KKN Posko 36 UIN Walisongo Edukasi Siswa SD N Rejosari Lewat Isi Piringku

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Cuaca Ekstrem Dini Hari, Jalur Kereta Pantura Sempat Terganggu
Kementerian PKP Pimpin Pemulihan Permukiman Pascabencana di Sumatra
Isra Mikraj 1447 H, Menag Tekankan Salat sebagai Pondasi Akhlak dan Kesadaran Ekologis
KPK Ingatkan Risiko Korupsi Penugasan Khusus Pertamina dalam Kerja Sama Energi dengan AS
RUU Penanggulangan Disinformasi Disorot DPR, Komisi I Minta Pemerintah Lebih Terbuka
Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana
Jawa Tengah Tancap Gas Menuju Swasembada Pangan 2026, Ini Strategi Besarnya
Darurat Sampah Nasional Ditetapkan, Pemerintah Dorong Peran Aktif Daerah dan DPRD

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:28 WIB

Cuaca Ekstrem Dini Hari, Jalur Kereta Pantura Sempat Terganggu

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:18 WIB

Kementerian PKP Pimpin Pemulihan Permukiman Pascabencana di Sumatra

Jumat, 16 Januari 2026 - 08:42 WIB

Isra Mikraj 1447 H, Menag Tekankan Salat sebagai Pondasi Akhlak dan Kesadaran Ekologis

Jumat, 16 Januari 2026 - 06:15 WIB

KPK Ingatkan Risiko Korupsi Penugasan Khusus Pertamina dalam Kerja Sama Energi dengan AS

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:12 WIB

Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana

Berita Terbaru