Revitalisasi Website Desa Leyangan, Upaya Mahasiswa KKN UPGRIS Menguatkan Informasi dan Promosi Potensi Desa

Selasa, 3 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia (UPGRIS) Semarang Kelompok 9 Desa Leyangan melaksanakan program kerja revitalisasi website desa sebagai bentuk kontribusi dalam pengembangan sistem informasi dan promosi digital desa.

Program ini dilaksanakan selama masa pengabdian KKN, yakni sejak 13 Januari hingga 3 Maret 2026 di Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.

Revitalisasi website desa menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan informasi kepada masyarakat sekaligus memperkuat citra desa di ruang digital.

Melalui program ini, mahasiswa KKN berupaya memperbarui tampilan serta memperkaya konten website resmi Desa Leyangan agar lebih informatif, menarik, dan mudah diakses oleh masyarakat luas.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui koordinasi intensif dengan aparatur desa guna memperoleh data dan informasi yang akurat terkait profil desa, potensi wilayah, serta berbagai kegiatan yang berlangsung di lingkungan masyarakat.

Selain itu, mahasiswa KKN juga melakukan pendataan potensi ekonomi desa, termasuk produk-produk UMKM lokal yang memiliki peluang untuk dipromosikan secara lebih luas melalui media digital.

Proses revitalisasi website meliputi perbaikan tata letak dan desain visual agar tampilan website menjadi lebih rapi dan responsif ketika diakses melalui berbagai perangkat.

Berbagai informasi penting juga ditambahkan, seperti profil desa, gambaran potensi wilayah, publikasi produk UMKM, hingga dokumentasi kegiatan masyarakat.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Kelompok 31 UPGRIS Gelar Program FunFitsKids di TK Harapan Jatijajar

Salah satu dokumentasi kegiatan yang turut dipublikasikan dalam website desa adalah kegiatan panen sayuran hidroponik yang dilakukan di greenhouse Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Dusun Jetis.

Publikasi tersebut diharapkan dapat memperkenalkan potensi pertanian modern Desa Leyangan kepada masyarakat luas sekaligus menjadi media promosi bagi pengembangan program pertanian berkelanjutan di desa.

Mahasiswa KKN juga melakukan pengunggahan dokumentasi kegiatan desa lainnya sebagai bentuk transparansi informasi kepada masyarakat.

Dengan demikian, website desa tidak hanya menjadi media informasi administratif, tetapi juga menjadi ruang publikasi aktivitas pembangunan dan potensi desa yang dapat diakses secara terbuka.

Salah satu mahasiswa KKN UPGRIS yang terlibat dalam program ini, Nisrina Izzatun Nisa’, menyampaikan bahwa revitalisasi website desa merupakan langkah penting untuk memperkuat komunikasi informasi antara pemerintah desa dan masyarakat.

Menurutnya, website desa memiliki peran strategis sebagai jendela informasi yang dapat memperlihatkan potensi desa kepada khalayak luas.

“Melalui pembaruan website desa ini, kami berharap informasi mengenai Desa Leyangan dapat tersampaikan dengan lebih jelas dan mudah diakses oleh masyarakat. Potensi desa seperti kegiatan pertanian hidroponik, produk UMKM, serta berbagai aktivitas masyarakat dapat dikenal lebih luas melalui media digital,” ujar Nisrina.

Baca juga:  Solo Raya Kembali Kondusif, Kemendagri Tekankan Pentingnya Sinergi Keamanan dan Ekonomi

Hal senada juga disampaikan oleh mahasiswa KKN lainnya, Sasha Amalia, yang menilai bahwa pemanfaatan website desa dapat menjadi sarana promosi yang efektif bagi perkembangan ekonomi lokal.

Ia berharap keberadaan website desa dapat membantu memperkenalkan potensi desa secara lebih luas, sekaligus menjadi media informasi yang aktif dan berkelanjutan.

“Website desa bukan hanya sekadar media informasi, tetapi juga dapat menjadi ruang promosi bagi potensi desa. Kami berharap konten yang telah diperbarui dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai kegiatan desa, termasuk inovasi pertanian seperti hidroponik yang saat ini sedang berkembang di Desa Leyangan,” tutur Sasha.

Dalam proses pelaksanaannya, program revitalisasi website desa juga menghadapi sejumlah kendala.

Salah satunya adalah keterbatasan pengalaman teknis dalam pengelolaan website, khususnya bagi aparatur desa yang masih perlu beradaptasi dengan sistem pengelolaan konten digital.

Selain itu, proses pengumpulan data dan informasi juga memerlukan waktu yang cukup panjang karena harus melalui koordinasi dengan berbagai pihak agar data yang ditampilkan benar-benar akurat dan sesuai dengan kondisi terbaru di desa.

Untuk mengatasi kendala tersebut, mahasiswa KKN memberikan pendampingan secara langsung kepada aparatur desa terkait cara mengelola dan memperbarui konten website.

Baca juga:  KKN UPGRIS Bersama Karang Taruna Sukseskan Kegiatan Merti Dusun Ngempon

Tim KKN juga menyusun panduan sederhana yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam mengoperasikan website secara mandiri.

Koordinator pengelolaan website desa, Mas Aji, menyambut baik program revitalisasi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UPGRIS.

Ia menilai pembaruan website desa memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas penyajian informasi kepada masyarakat.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN memberikan energi baru dalam pengembangan sistem informasi desa yang lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Program revitalisasi website ini sangat membantu kami dalam memperbarui tampilan serta kelengkapan informasi desa. Dengan adanya pendampingan dari mahasiswa KKN, kami menjadi lebih memahami cara mengelola konten website agar dapat terus diperbarui secara mandiri ke depannya,” ungkap Mas Aji.

Ia juga berharap website Desa Leyangan dapat terus berkembang sebagai media informasi yang aktif sekaligus menjadi sarana promosi potensi desa, termasuk sektor pertanian dan UMKM lokal.

Dengan selesainya program revitalisasi website desa ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh akses informasi yang lebih mudah, lengkap, dan transparan mengenai berbagai kegiatan serta potensi Desa Leyangan.

Program ini sekaligus menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa KKN UPGRIS dalam mendukung pengembangan desa berbasis teknologi informasi, serta mendorong pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi potensi desa yang berkelanjutan.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi
Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial
Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam
Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025
Embung Plosorejo Sragen Diresmikan, 50 Hektare Sawah Kini Punya Cadangan Air Saat Kemarau
Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman
Menag Nasaruddin Umar Soroti Penguatan SDM, Pendidikan Ekonomi Syariah Jadi Kunci Daya Saing Global
AHY Dorong Percepatan Internet di Daerah 3T, Targetkan Pemerataan Digital hingga Perbatasan

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 15:39 WIB

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi

Senin, 9 Maret 2026 - 06:06 WIB

Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial

Minggu, 8 Maret 2026 - 07:46 WIB

Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:17 WIB

Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:28 WIB

Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman

Berita Terbaru