Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial

Senin, 9 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Upaya pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia kini semakin menempatkan anak sebagai pusat perhatian.

Untuk pertama kalinya, pemerintah menyatakan seluruh anak Indonesia mulai mendapatkan rangkaian program perlindungan dan pemenuhan kebutuhan dasar yang lebih terintegrasi.

Mulai dari layanan kesehatan rutin, pemenuhan gizi harian, hingga kebijakan pembatasan akses media sosial bagi anak-anak.

Berbagai program tersebut menjadi bagian dari arah kebijakan pembangunan SDM di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Hal ini disampaikan Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, Hariqo Wibawa Satria, dalam diskusi bertema “Masa Depan SDM Indonesia: Arah Kebijakan Pemerintahan Prabowo–Gibran” yang digelar di kantor Puspoll Indonesia, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (8/3/2026).

Dalam pemaparannya, Hariqo menjelaskan bahwa anak-anak Indonesia kini mendapatkan akses program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dapat dilakukan sekali setiap tahun. Program ini diharapkan mampu mendeteksi potensi masalah kesehatan sejak dini.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Gelar Sosialisasi Stunting di Kelas Ibu Hamil Desa Mlilir

Selain itu, pemerintah juga menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak secara rutin setiap hari.

Program ini menjadi salah satu strategi penting untuk mencegah masalah gizi, seperti stunting maupun kekurangan nutrisi yang dapat berdampak pada perkembangan anak.

Menurut Hariqo, kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan generasi muda Indonesia tumbuh sehat secara fisik maupun mental.

“Setiap anak Indonesia adalah sumber daya manusia masa depan yang wajib dilindungi,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa perlindungan anak tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga dengan lingkungan digital yang mereka akses sehari-hari.

Salah satu kebijakan yang juga menjadi perhatian dalam diskusi tersebut adalah rencana pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku pada 28 Maret 2026.

Baca juga:  Proyek Drainase Jalan Sukarno Hatta–Sugiono Kebumen Capai 64 Persen, Diprediksi Rampung Lebih Cepat

Aturan tersebut merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 yang mengatur tentang perlindungan pengguna serta tata kelola ruang digital yang lebih sehat.

Pemerintah menilai langkah ini penting untuk meminimalkan berbagai risiko yang dapat dihadapi anak-anak di dunia maya, mulai dari paparan konten pornografi, perundungan daring, hingga dampak negatif penggunaan internet yang berlebihan terhadap kesehatan mental.

Menurut Hariqo, perlindungan digital kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kebijakan pembangunan SDM.

“Risiko yang dihadapi anak-anak saat ini tidak hanya berasal dari lingkungan fisik, tetapi juga dari ruang digital yang mereka akses setiap hari,” jelasnya.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 20 Ikuti Kegiatan Pasar Kuliner Minggu Pon di Embung Sebligo Lerep

Sementara itu, Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia, Chamad Hojin, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar dapat berjalan lebih optimal di masa mendatang.

Ia menilai pendekatan pembangunan yang menempatkan manusia sebagai pusat kebijakan merupakan langkah strategis bagi masa depan Indonesia.

Menurutnya, berbagai riset menunjukkan bahwa investasi pada gizi dan kesehatan anak memiliki dampak jangka panjang yang sangat besar.

Tidak hanya terhadap kualitas pendidikan, tetapi juga terhadap produktivitas tenaga kerja serta pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pembangunan SDM harus dimulai dari fondasi paling dasar, yaitu kesehatan dan gizi masyarakat,” kata Chamad.

Ia menambahkan bahwa program seperti MBG berpotensi menjadi investasi besar bagi masa depan bangsa. Generasi yang tumbuh sehat dan tercukupi nutrisinya akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang secara intelektual dan sosial.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam
Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025
Embung Plosorejo Sragen Diresmikan, 50 Hektare Sawah Kini Punya Cadangan Air Saat Kemarau
Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman
Menag Nasaruddin Umar Soroti Penguatan SDM, Pendidikan Ekonomi Syariah Jadi Kunci Daya Saing Global
Revitalisasi Website Desa Leyangan, Upaya Mahasiswa KKN UPGRIS Menguatkan Informasi dan Promosi Potensi Desa
AHY Dorong Percepatan Internet di Daerah 3T, Targetkan Pemerataan Digital hingga Perbatasan
DPR Dukung Penundaan Sementara Umrah, Keselamatan Jamaah Jadi Prioritas Utama

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 06:06 WIB

Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial

Minggu, 8 Maret 2026 - 07:46 WIB

Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:17 WIB

Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025

Kamis, 5 Maret 2026 - 09:45 WIB

Embung Plosorejo Sragen Diresmikan, 50 Hektare Sawah Kini Punya Cadangan Air Saat Kemarau

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:28 WIB

Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman

Berita Terbaru