Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 20 Ikuti Kegiatan Pasar Kuliner Minggu Pon di Embung Sebligo Lerep

Minggu, 12 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 20 turut berpartisipasi dalam kegiatan Pasar Kuliner Minggu Pon yang rutin diselenggarakan di Embung Sebligo, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin desa yang mengusung konsep ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, di mana masyarakat menjajakan aneka kuliner tradisional dan hasil olahan produk lokal khas Desa Lerep.

Kegiatan Pasar Kuliner Minggu Pon menjadi salah satu daya tarik wisata budaya di Desa Lerep yang dikenal sebagai desa wisata unggulan Kabupaten Semarang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 20 tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga turut membantu panitia desa dalam pelaksanaan acara, mulai dari membantu persiapan stand kuliner, dokumentasi kegiatan, hingga berinteraksi langsung dengan para pengunjung.

Baca juga:  KKN Desa Kedungsari Hadirkan Kreasi Totebag Ecoprint untuk Tingkatkan Kreativitas Siswa

Koordinator KKN Kelompok 20, Hartanto Apriandi, menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bidang sosial dan ekonomi kreatif yang bertujuan memperkenalkan potensi lokal Desa Lerep kepada masyarakat luas.

“Kami merasa senang bisa ikut serta dalam kegiatan Pasar Kuliner Minggu Pon. Selain belajar tentang budaya lokal, kami juga bisa melihat langsung bagaimana masyarakat memberdayakan produk desa menjadi peluang ekonomi,” ujarnya.

Beragam kuliner tradisional khas Lerep seperti getuk, cimplung, tape ketan, jenang gempol, hingga minuman herbal seperti wedang uwuh dan jamu tradisional tersaji di stand-stand bambu yang ditata rapi di sekitar Embung Sebligo.

Mahasiswa KKN ikut membantu promosi kuliner melalui media sosial, sekaligus memberikan dukungan dalam aspek kebersihan dan tata ruang kegiatan agar tetap nyaman bagi pengunjung.

Baca juga:  Kelurahan Ungaran Tampil Memukau di Expo Kampus UPGRIS Ungaran Barat 2025

Salah satu anggota KKN mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman baru yang berkesan.

“Kami tidak hanya belajar di kampus, tetapi juga merasakan langsung bagaimana kegiatan masyarakat yang sarat nilai budaya dan kebersamaan. Kami belajar bahwa pelestarian tradisi juga bisa berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya.

Masyarakat Desa Lerep turut mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN UPGRIS dalam kegiatan tersebut.

“Mahasiswa KKN membawa semangat baru bagi warga. Mereka aktif membantu dan ikut menyebarkan semangat cinta produk lokal. Kami sangat terbantu dengan kehadiran mereka,” ujarnya.

Selain kegiatan kuliner, acara Pasar Minggu Pon juga diisi dengan hiburan seni tradisional, seperti gamelan, tarian daerah, dan pertunjukan musik akustik dari warga serta pemuda desa.

Kegiatan ini menciptakan suasana hangat dan ramai, menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah untuk datang dan menikmati suasana pedesaan yang asri.

Baca juga:  Penerjunan KKN Tematik UPGRIS 2025 Resmi Dimulai di Desa Gondoriyo, Bergas Semarang

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 20, Ramadhan Renaldy, M.Kom., juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini.

Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan nilai edukatif bagi mahasiswa dalam memahami pentingnya kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam pengembangan potensi desa.

“Kegiatan seperti ini mengajarkan mahasiswa untuk lebih peka terhadap potensi lokal dan berkontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.

Melalui keikutsertaan dalam Pasar Kuliner Minggu Pon, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 20 tidak hanya memperkuat hubungan sosial dengan warga Lerep, tetapi juga ikut berperan dalam memperkenalkan dan melestarikan potensi wisata serta kuliner khas daerah.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dapat membawa dampak positif bagi kemajuan desa.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kemenag Gelar Khotmil Qur’an dan Buka Puasa Bersama Siswa SLB di Bandung
90 Persen Lulusan SMK di Jawa Tengah Terserap Industri, Gubernur Luthfi Dorong Penguatan Sekolah Vokasi
Gus Yasin Dorong Gerakan Wakaf Sosial untuk Perkuat Ekonomi Umat di Jawa Tengah
Menjelang Mudik Lebaran 2026, Sopir Bus di Jawa Tengah Jalani Cek Kesehatan Gratis
Mahasiswa UNS Sampaikan Aspirasi Langsung ke Wagub Jateng Taj Yasin Usai Kuliah Ramadan
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Pemkab Pekalongan Tetap Maksimalkan Pelayanan Publik di Tengah Dinamika Pemerintahan
Pemprov Jateng Siapkan Rp6 Miliar untuk THR 13 Ribu PPPK Paruh Waktu, Cair 13 Maret
DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:01 WIB

Kemenag Gelar Khotmil Qur’an dan Buka Puasa Bersama Siswa SLB di Bandung

Jumat, 13 Maret 2026 - 09:36 WIB

90 Persen Lulusan SMK di Jawa Tengah Terserap Industri, Gubernur Luthfi Dorong Penguatan Sekolah Vokasi

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:02 WIB

Gus Yasin Dorong Gerakan Wakaf Sosial untuk Perkuat Ekonomi Umat di Jawa Tengah

Kamis, 12 Maret 2026 - 06:16 WIB

Menjelang Mudik Lebaran 2026, Sopir Bus di Jawa Tengah Jalani Cek Kesehatan Gratis

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:22 WIB

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Pemkab Pekalongan Tetap Maksimalkan Pelayanan Publik di Tengah Dinamika Pemerintahan

Berita Terbaru