Prabowo Bahas Proyek Hilirisasi Rp100 Triliun dan Waste to Energy Bersama Rosan Roeslani di Hambalang

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Presiden Prabowo Subianto menunjukkan keseriusannya dalam mendorong transformasi ekonomi nasional melalui percepatan hilirisasi industri dan pengembangan ekonomi berkelanjutan.

Hal itu tercermin dalam pertemuannya dengan Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (4/1/2026).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis pemerintah, terutama perkembangan proyek hilirisasi berskala besar serta pengelolaan sampah menjadi energi atau waste to energy yang dinilai memiliki dampak ganda bagi lingkungan dan perekonomian.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, salah satu fokus utama pertemuan adalah laporan perkembangan lima titik proyek hilirisasi yang dikelola Danantara.

Baca juga:  KKN MIT 20 Gelar Posyandu Remaja di Kemitir, Fokus pada Kesehatan Generasi Muda

Total nilai investasi proyek tersebut mencapai USD 6 miliar atau sekitar Rp100 triliun.

Menurut Teddy, proyek-proyek tersebut dijadwalkan mulai memasuki tahap groundbreaking pada awal Februari 2026 dan akan tersebar di beberapa provinsi di Indonesia.

“Dibahas perkembangan lima titik proyek hilirisasi oleh Danantara yang akan melakukan groundbreaking di awal bulan depan. Program ini akan dilakukan di beberapa provinsi Indonesia,” ujar Teddy dalam keterangan tertulisnya.

Hilirisasi dipandang sebagai fondasi penting untuk memperkuat struktur industri nasional, mengurangi ketergantungan ekspor bahan mentah, serta menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja di dalam negeri.

Selain hilirisasi, agenda lain yang turut menjadi perhatian Presiden Prabowo adalah proyek pengelolaan sampah menjadi energi atau waste to energy.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang Ajak Siswa SD N Ngempon 1 Rajin Cuci Tangan Sejak Dini

Program ini berfokus pada penertiban sistem pengelolaan sampah yang selama ini masih menjadi persoalan di banyak daerah.

Teddy menilai proyek ini memiliki manfaat strategis karena tidak hanya menekan volume sampah terbuka, tetapi juga menghadirkan nilai ekonomi baru melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.

“Volume sampah terbuka tidak hanya berkurang, tetapi juga akan sangat bermanfaat dari segi ekonomi,” kata Teddy.

Pemerintah melihat waste to energy sebagai bagian dari upaya membangun ekonomi berkelanjutan, sekaligus menjawab tantangan lingkungan yang semakin kompleks di kawasan perkotaan dan industri.

Baca juga:  Pembinaan Pembuatan Proposal Pengajuan Alat D’Ozone kepada Warga Desa Candisari

Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani telah menyampaikan bahwa akan ada lima hingga enam proyek strategis yang pembangunannya dimulai secara bertahap sepanjang Januari 2026.

Proyek-proyek tersebut mencakup sektor energi, mineral, hingga industri berbasis sumber daya lokal.

“Saya lapor ke Presiden Prabowo, kita groundbreaking di lima sampai enam proyek. Yang siap akan dilakukan bertahap,” kata Rosan kepada wartawan di Istana Kepresidenan pada 17 Desember 2025 lalu.

Beberapa proyek yang telah disiapkan antara lain pembangunan Smelter Aluminium dan Smelter Grade Alumina Refinery berbasis bauksit di Kalimantan Barat, pabrik bioavtur di Cilacap, serta pabrik bioetanol di Banyuwangi.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Cuaca Ekstrem Dini Hari, Jalur Kereta Pantura Sempat Terganggu
Kementerian PKP Pimpin Pemulihan Permukiman Pascabencana di Sumatra
Isra Mikraj 1447 H, Menag Tekankan Salat sebagai Pondasi Akhlak dan Kesadaran Ekologis
KPK Ingatkan Risiko Korupsi Penugasan Khusus Pertamina dalam Kerja Sama Energi dengan AS
RUU Penanggulangan Disinformasi Disorot DPR, Komisi I Minta Pemerintah Lebih Terbuka
Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana
Jawa Tengah Tancap Gas Menuju Swasembada Pangan 2026, Ini Strategi Besarnya
Darurat Sampah Nasional Ditetapkan, Pemerintah Dorong Peran Aktif Daerah dan DPRD

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:28 WIB

Cuaca Ekstrem Dini Hari, Jalur Kereta Pantura Sempat Terganggu

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:18 WIB

Kementerian PKP Pimpin Pemulihan Permukiman Pascabencana di Sumatra

Jumat, 16 Januari 2026 - 08:42 WIB

Isra Mikraj 1447 H, Menag Tekankan Salat sebagai Pondasi Akhlak dan Kesadaran Ekologis

Jumat, 16 Januari 2026 - 06:15 WIB

KPK Ingatkan Risiko Korupsi Penugasan Khusus Pertamina dalam Kerja Sama Energi dengan AS

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:12 WIB

Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana

Berita Terbaru