Jatengvox.com – Dalam upaya memperkuat kapasitas finansial perempuan serta membentengi masyarakat dari ancaman kejahatan keuangan digital, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (Undip), Meli Dwi Atika Putri dari Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), sukses menyelenggarakan program kerja sosial masyarakat (Sosmas) pada Sabtu (1/8/2026).
Program strategis bertajuk “Fasilitator & Pendamping Edukasi Literasi Keuangan Keluarga bagi Anggota PKK” ini diselenggarakan secara interaktif di Balai Desa Nyamplungsari dengan melibatkan puluhan ibu-ibu anggota Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Nyamplungsari.
Perempuan, khususnya ibu rumah tangga, memegang peranan yang sangat sentral sebagai manajer keuangan dalam keluarga. Namun, di tengah maraknya kemajuan teknologi finansial, tantangan pengelolaan arus kas rumah tangga menjadi semakin kompleks.
Masih ditemukannya kebiasaan pengeluaran yang belum terencana dengan baik, minimnya pemahaman mengenai alokasi anggaran yang sehat, hingga maraknya penawaran pinjaman online (pinjol) ilegal dan investasi bodong berkedok arisan atau imbal hasil tinggi menjadi ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi keluarga di tingkat desa.
Oleh karena itu, edukasi literasi keuangan yang aplikatif dan mudah dipahami menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.
Mengatasi permasalahan tersebut, Meli Dwi Atika Putri merancang media edukasi yang komunikatif dan menarik untuk memandu ibu-ibu PKK dalam mengelola keuangan rumah tangga secara terencana.
Dalam sesi sosialisasi, peserta dibekali dengan metode alokasi pengeluaran praktis menggunakan Rumus Ideal 50-30-20 (50% untuk kebutuhan pokok harian, 30% untuk keinginan dan hiburan keluarga, serta 20% untuk tabungan, dana darurat, maupun instrumen investasi).
Selain itu, disampaikan pula opsi fleksibel alokasi berbasis Rumus 40-30-20-10 (40% kebutuhan pokok, 30% kewajiban/angsuran, 20% tabungan, dan 10% kebaikan/sosial) yang disesuaikan dengan kondisi riil pendapatan keluarga desa.
“Selama ini kami kalau mengelola uang belanja harian ya mengalir saja, sering kali baru pertengahan bulan uang sudah habis karena tidak dicatat. Pemaparan dari Mbak Meli soal rumus 50-30-20 ini membuka mata kami banget. Apalagi materi penipuan pinjol ilegal dan cara mengecek legalitas investasi ke OJK, ini sangat bermanfaat supaya kami ibu-ibu tidak mudah tergiur tawaran uang cepat yang merugikan keluarga,” ujar Ibu Endang, Bendahara PKK Desa Nyamplungsari
Tidak hanya berfokus pada alokasi pengeluaran, materi edukasi dilanjutkan dengan pendampingan intensif mengenai pencegahan risiko finansial digital berdasarkan panduan resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Para peserta diajarkan langkah-langkah praktis mengidentifikasi ciri-ciri pinjol ilegal dan investasi bodong seperti penawaran melalui pesan pribadi tanpa izin, bunga yang mencekik, serta syarat yang terlampau mudah.
Meli juga memperkenalkan prinsip 2L (Legal dan Logis) dari OJK, serta memandu warga cara melakukan verifikasi legalitas lembaga keuangan secara mandiri melalui kanal kontak WhatsApp resmi OJK 081-157-157-157.
Untuk memastikan efektivitas program, kegiatan diakhiri dengan evaluasi tingkat pemahaman warga secara langsung melalui diskusi interaktif dan sesi tanya jawab.
Berdasarkan hasil evaluasi, anggota PKK menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan. Ibu-ibu peserta kini mampu mengenali instrumen investasi yang aman dan legal seperti tabungan bank, deposito, maupun emas, serta terdorong untuk membiasakan pencatatan kas rumah tangga bulanan.
“Penguatan kapasitas finansial perempuan adalah kunci utama keberlanjutan ekonomi keluarga. Ketika seorang ibu memiliki literasi keuangan yang baik, ia dapat merencanakan masa depan pendidikan anak, menyiapkan dana darurat, dan menjaga keluarganya dari jeratan pinjol ilegal. Program Sosmas ini merupakan wujud kontribusi nyata kami dalam mendukung pencapaian SDGs Desa Poin 1 yaitu Desa Tanpa Kemiskinan melalui ketahanan ekonomi, serta Poin 5 tentang Kesetaraan Gender melalui pemberdayaan finansial perempuan,” ungkap Meli Dwi Atika Putri, Mahasiswa Akuntansi FEB Undip (Pelaksana Program)
Melalui pelaksanaan program edukasi dan pendampingan literasi keuangan ini, diharapkan jajaran anggota dan pengurus PKK Desa Nyamplungsari dapat mengaplikasikan pembagian anggaran keuangan rumah tangga secara disiplin, konsisten mengontrol pengeluaran harian, serta menjadi pendorong kemandirian ekonomi keluarga yang tangguh, aman, dan sejahtera di Desa Nyamplungsari.
Penulis: Meli Dwi Atika Putri, KKN Reguler Tim II Undip Desa Nyamplungsari
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar