Jatengvox.com – Masyarakat dusun Jurang belik adakan pengajian Selapanan di Masjid Hidayatul Muttaqin.
Selapanan menjadi rutinan masyarakat Dusun Jurang Belik, Desa Mlilir, Kabupaten Semarang setiap 40 hari sekali.
Rutinan ini menjadi wadah silaturahmi dan meningkatkan religiusitas masyarakat dusun Jurang Belik.
Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat dusun Jurang belik dan mahasiswa KKN MIT (Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram) UIN Walisongo Semarang.
Partisipasi mahasiswa KKN disambut baik oleh masyarakat. Karena tingginya antusias anak muda untuk mendukung kegiatan pengajian Selapanan.
Diawali dengan pembacaan tahlil dan dilanjutkan pengajian oleh Haji Muhammad Gholib. Dalam pengajian ini disampaikan 6 perkara yang dapat melebur kebaikan seseorang.
Pertama, sibuk dengan aib orang lain, berarti selalu mencari aib orang lain hingga lupa dengan aib sendiri.
Kedua, kerasnya hati yang ditandai dengan sulitnya menerima kebenaran dan nasehat.
Ketiga, terlalu mencintai dunia hingga lupa kehidupan akhirat.
Keempat, tidak adanya rasa malu ketika melakukan perbuatan buruk.
Kelima, terlalu banyak berangan-angan sehingga banyak menunda amal kebaikan.
Keenam, terus melakukan kedzaliman terhadap orang lain.
“Ono 6 perkara Iso nglebur amal apik ING dunyo yoiku wong sing sibuk niteni alane wing liyo, wong sing atos atine, wong sing seneng dunia, wong sing ora ndue isin, wong sing kakehan angen-angen, wong sing nakali tonggo, gawe loro atine tonggo.” Jelas Ustadz Haji, Jumat (8/8/2025).
Berakhirnya pengajian ditutup dengan doa dan makan bersama sebagai bentuk rasa syukur masyarakat dusun Jurang Belik.
Salah satu Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang mengapresiasi rutinan pengajian Selapanan yang diadakan oleh masyarakat Dusun Jurang Belik.
Ia mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan positif yang harus dipertahankan.
“Kegiatan ini menjadi wadah efektif untuk meningkatkan religiusitas serta kebersamaan masyarakat, sehingga harus dipertahankan.” Ujar Saniyah
Farida Putri Ramadhani/KKN UIN