Jatengvox.com – Bertempat di Gedung IPHI Kecamatan Bancak, kegiatan Pengajian Rutin Sabtu Wage dan Santunan Anak Yatim Piatu yang diselenggarakan oleh Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kecamatan Bancak dan Bringin pada Sabtu, 26 Juli 2025 berlangsung dengan lancar dan khidmat.
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat dan pejabat daerah, di antaranya Sekretaris Camat Bancak Bapak Bambang Dwi Setyanto, S.Pd. yang mewakili Camat Bancak, Kepala Desa Boto Ibu Ariyanti Hidayati, serta Anggota DPRD Kabupaten Semarang Bapak Sjaichul Hadi, S.Pt.
Selain itu, hadir pula tokoh agama, pengurus IPHI, mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 86, dan para penerima santunan.
Ketua panitia, Bapak H. M. Fathoni, S.Ag., M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan yang merupakan agenda rutin ini.
“Alhamdulillah, acara ini berjalan dengan lancar berkat dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak. Kami sampaikan terima kasih atas kontribusi semua yang terlibat. Mohon maaf apabila ada kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan ini,” ucapnya.
Beliau juga melaporkan bahwa sebanyak 20 anak yatim piatu menerima santunan dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk perhatian dan kepedulian sosial dari IPHI dan masyarakat sekitar.
Bapak Bambang Dwi Setyanto, S.Pd., yang mewakili Camat Bancak, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Camat serta memberikan apresiasi kepada IPHI atas kegiatan yang digelar.
“Pemerintah Kecamatan Bancak sangat mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh IPHI. Kami berharap ikatan persaudaraan antara Kecamatan Bancak dan Bringin tetap terjalin erat, mengingat secara historis dulu Bancak merupakan bagian dari wilayah Bringin,” ungkapnya.
Beliau juga menambahkan harapan agar perhatian terhadap anak-anak yatim lebih ditingkatkan, sehingga mereka bisa tumbuh dengan baik, menjadi pribadi yang kuat dan bermanfaat bagi masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan santunan secara simbolis kepada para anak yatim, dilanjutkan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh peserta dan tamu undangan.
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 86 Turut Ambil Bagian. Acara ini turut melibatkan peran aktif mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 86 yang sedang menjalankan program pengabdian masyarakat di Desa Boto.
Para mahasiswa ini mendukung jalannya kegiatan mulai dari persiapan, pendataan penerima santunan, dokumentasi acara, hingga membantu teknis pelaksanaan di lapangan.
Keterlibatan mahasiswa ini menunjukkan sinergi positif antara generasi muda dan masyarakat dalam menciptakan kegiatan sosial yang bermanfaat dan berdampak langsung.
“Kami merasa bangga bisa menjadi bagian dari kegiatan ini. Semoga apa yang kami lakukan bisa memberi manfaat dan mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar,” ungkap salah satu mahasiswa KKN Posko 86.
Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat Bancak dan Bringin.
Editor : Murni A