Pemprov Jateng Genjot Kualitas Pertanian untuk Perluas Ekspor, Nilai Tembus Rp18,2 Triliun

Minggu, 30 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Upaya ini mulai menunjukkan hasil, terlihat dari nilai ekspor produk pertanian, perikanan, peternakan, hingga UMKM yang mencapai Rp18,2 triliun pada kuartal III/2025.

Angka ini menjadi sinyal positif bahwa produk-produk Jateng semakin kompetitif dan diminati pasar internasional.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jawa Tengah, Defransisco Dasilva, menegaskan bahwa produksi pertanian di provinsi tersebut sudah mampu mencukupi kebutuhan masyarakat lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Artinya, peluang untuk memperluas pasar ke luar daerah maupun luar negeri semakin terbuka lebar.

Namun, ia mengingatkan bahwa potensi besar itu masih dibayangi beberapa tantangan klasik: kuantitas, kualitas, dan kontinuitas. Tiga faktor inilah yang sering menjadi penentu apakah sebuah produk dapat diterima atau tidak di pasar ekspor.

Baca juga:  Kelurahan Ungaran Tampil Memukau di Expo Kampus UPGRIS Ungaran Barat 2025

Menurut Frans—sapaan akrab Defransisco—tantangan tersebut hanya bisa diatasi jika petani bekerja dalam skala besar melalui gabungan kelompok tani (gapoktan).

Dengan pengelolaan kolektif, kapasitas produksi bisa meningkat dan memenuhi standar permintaan luar negeri yang biasanya membutuhkan volume besar secara konsisten.

“Kalau tetap jalan sendiri-sendiri, sulit mengejar kebutuhan pasar internasional. Dengan gapoktan, skala usaha lebih kuat dan produk yang dikirim lebih terjamin,” ujarnya saat Bimbingan Teknis Akselerasi Ekspor Unggulan di Depo Adam Wiji, Pelabuhan Tanjung Emas, Sabtu (28/11/2025).

Untuk mendorong kesiapan tersebut, pemerintah menyediakan sejumlah fasilitas pascapanen seperti rumah kemas, cold storage, unit pengering, serta pelatihan good handling practices (GHP).

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 20 Laksanakan Program Bimbingan Belajar Bersama Anak-Anak Sekitar Posko

Tak hanya itu, pelaku usaha juga mendapatkan pendampingan pengolahan berupa mesin roasting, grinder kopi, hingga bimtek standar mutu dan sertifikasi halal.

Frans berharap kerja sama lintas instansi—mulai dari Distanbun, Disperindag, Balai Karantina, hingga Bank Indonesia—semakin intens dalam mendampingi kelompok tani yang berpotensi menjadi eksportir baru.

Pendampingan yang terarah dianggap sebagai kunci memperkuat posisi Jawa Tengah dalam perdagangan global.

Dari total 8.200 gapoktan di Jawa Tengah, baru 2.568 kelompok yang sudah mendapatkan pendampingan dari Distanbun. Jumlah ini masih sangat kecil bila dibandingkan dengan total petani Jateng yang mencapai 4 juta orang.

Potensi semakin besar jika petani muda ikut terlibat. Frans menilai kehadiran petani milenial sangat dibutuhkan untuk mendorong inovasi, terutama dalam pengembangan komoditas bernilai ekspor.

Baca juga:  Kementerian PU Mulai Tahap Awal Pembangunan Jembatan Rangka Baja di Desa Salah Sirong, Kabupaten Bireuen, Aceh

“Bayangkan kalau lebih banyak pemuda terjun ke pertanian dengan orientasi ekspor. Dampaknya akan sangat besar bagi daerah,” ujarnya.

Catatan Balai Karantina Indonesia hingga November 2025 menunjukkan bahwa ekspor dari Jawa Tengah semakin variatif.

Pada momen pelepasan ekspor di Pelabuhan Tanjung Emas, sejumlah produk pertanian, kelautan, dan kehutanan diberangkatkan ke berbagai negara tujuan.

Beberapa di antaranya meliputi:

Sarang burung walet: 320 kg ke Tiongkok, bernilai Rp4,7 miliar.

Ikan pari beku: 27 ton ke Belanda, senilai Rp902 juta.

Kerupuk udang: 17,8 ton ke Belanda.

Kapulaga: 15 ton ke Tiongkok, bernilai Rp1,4 miliar.

Biji kopi: 17 ton ke Uni Emirat Arab, bernilai Rp1,4 miliar.

Plywood: 58,5 meter kubik bernilai Rp466 juta.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Produktif Sejak Bangku Kuliah: Rachel Evangeline dan Cecilia Laurent Tumbuh sebagai Student-Entrepreneur di BINUS @Bandung
BRI Finance Perkuat Awareness Pembiayaan Komersial di Ajang LiuGong Customer Gathering 2026
Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam
Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo
Tunjukkan Kiprah Nyata melalui Inovasi Berkelanjutan Terobosan Pertama di Indonesia, Srikandi Jasa Marga Raih Anugerah Kartini Infrastruktur 2026
KAI Terapkan Sistem Kelistrikan Berlapis untuk Menjamin Keandalan Operasional LRT Jabodebek
Peringati Hari Kartini, Frontliner BRI Kantor Cabang Khusus Tampil Beda dengan Pakaian Nasional
E-Wallet Makin Jadi Andalan: Cara Kerja, Tren Pengguna, dan Biayanya

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 08:03 WIB

Produktif Sejak Bangku Kuliah: Rachel Evangeline dan Cecilia Laurent Tumbuh sebagai Student-Entrepreneur di BINUS @Bandung

Kamis, 23 April 2026 - 22:03 WIB

BRI Finance Perkuat Awareness Pembiayaan Komersial di Ajang LiuGong Customer Gathering 2026

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Tunjukkan Kiprah Nyata melalui Inovasi Berkelanjutan Terobosan Pertama di Indonesia, Srikandi Jasa Marga Raih Anugerah Kartini Infrastruktur 2026

Kamis, 23 April 2026 - 19:03 WIB

KAI Terapkan Sistem Kelistrikan Berlapis untuk Menjamin Keandalan Operasional LRT Jabodebek

Berita Terbaru