Pemerintah Siapkan Bantuan hingga Rp30 Juta bagi Rumah Warga Terdampak Bencana di Sumatra

Jumat, 2 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Pemerintah memastikan warga di sejumlah wilayah Sumatra yang rumahnya rusak akibat bencana alam akan mendapatkan bantuan perbaikan hunian.

Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk uang tunai dengan nilai hingga Rp30 juta, disalurkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana, sekaligus memastikan masyarakat terdampak memiliki tempat tinggal yang layak untuk kembali menata kehidupan mereka.

Bantuan perbaikan rumah diberikan berdasarkan tingkat kerusakan bangunan. Untuk rumah dengan kategori rusak ringan, pemerintah menyiapkan bantuan sebesar Rp15 juta. Sementara rumah yang mengalami rusak sedang akan menerima bantuan hingga Rp30 juta.

Baca juga:  Gaji PPPK Paruh Waktu 2026: Skema Upah, Masa Kontrak yang Perlu Anda Ketahui

Adapun untuk rumah yang masuk kategori rusak berat atau bahkan hilang, pemerintah tidak hanya mengandalkan bantuan tunai.

Skema khusus berupa penyediaan hunian sementara atau Dana Tunggu Hunian (DTH) telah disiapkan agar warga tetap memiliki tempat tinggal selama proses pembangunan berlangsung.

“Konsepnya adalah disiapkan hunian sementara atau mereka punya pilihan diberikan juga biaya daftar tunggu, dana tunggu hunian,” ujar Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan, berdasarkan laporan terbaru yang diterima pemerintah pusat, jumlah rumah rusak di wilayah Sumatra mencapai sekitar 213 ribu unit. Data tersebut disampaikan saat kunjungan kerja di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026).

Baca juga:  KKN UPGRIS Kelompok 38 Kenalkan Pembelajaran Coding SD di SDN 01 Watuagung untuk Asah Logika Siswa

Menurut Tito, angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring masuknya laporan terbaru dari pemerintah daerah. Proses pendataan terus dilakukan karena kondisi di lapangan masih dinamis.

“Kepala BNPB barusan menyampaikan data yang paling terbaru. Total rumah yang terdampak itu lebih kurang 213.000,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah agar penyaluran bantuan bisa dilakukan secara tepat sasaran dan cepat.

Tito meminta para kepala daerah, khususnya gubernur dan bupati, untuk mempercepat pengiriman data kerusakan dari lapangan. Ia menyebut beberapa daerah sudah menunjukkan respons yang baik.

“Untuk Sumatera Barat sudah cepat, kemudian Sumatera Utara juga datanya sudah banyak yang masuk dari kabupaten,” ujarnya.

Baca juga:  Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi UNDIP Sukses Jalani Program Magang, Luncurkan Inovasi “Library Map” untuk Transformasi Perpustakaan

Menurutnya, kecepatan dan akurasi data sangat menentukan kelancaran proses bantuan, mulai dari penyaluran dana hingga pembangunan kembali hunian warga.

Selain bantuan perbaikan rumah, Kementerian Sosial (Kemensos) juga menyiapkan bantuan tambahan bagi warga terdampak. Bantuan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga serta mendukung pemulihan ekonomi keluarga.

Kemensos akan menyalurkan dana sebesar Rp3 juta untuk membantu pengadaan perabot rumah tangga yang rusak, seperti tempat tidur dan kursi. Selain itu, bantuan sebesar Rp5 juta disiapkan untuk mendukung aktivitas ekonomi warga agar bisa kembali produktif.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Pemkab Pekalongan Tetap Maksimalkan Pelayanan Publik di Tengah Dinamika Pemerintahan
Pemprov Jateng Siapkan Rp6 Miliar untuk THR 13 Ribu PPPK Paruh Waktu, Cair 13 Maret
DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi
Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial
Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam
Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025
Embung Plosorejo Sragen Diresmikan, 50 Hektare Sawah Kini Punya Cadangan Air Saat Kemarau
Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:22 WIB

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Pemkab Pekalongan Tetap Maksimalkan Pelayanan Publik di Tengah Dinamika Pemerintahan

Selasa, 10 Maret 2026 - 07:00 WIB

Pemprov Jateng Siapkan Rp6 Miliar untuk THR 13 Ribu PPPK Paruh Waktu, Cair 13 Maret

Senin, 9 Maret 2026 - 15:39 WIB

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi

Senin, 9 Maret 2026 - 06:06 WIB

Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:17 WIB

Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025

Berita Terbaru