Berita  

Peluang Ekspor Indonesia ke Brazil: Belajar Langsung Perdagangan Global di Hatchery Project BINUS International

BINUS
International dengan Hatchery Project membuka kesempatan bagi para mahasiswa
untuk mengenal dinamika bisnis dunia. Kegiatan ini dilakukan selama beberapa
sesi untuk membedah kekhasan berbagai negara dalam menjalankan bisnisnya.

Dengan
menghadirkan tiga keynote speakers, yang terdiri dari Riley Millner
(Desainer Instruksional di Thunderbird School of Global Management), Samanta
Alvis, Ph.D. (Direktur Eksekutif Najafi 100 Million Learners Global
Initiative), dan Simon Turner (Global Lead Partnership dari Thunderbird’s 100
Million Learners), kali ini BINUS International akan membedah ekonomi bisnis di
Brazil. Berikut detail lengkapnya!

Brazil,
Negara dengan Populasi Urban Terbesar di Dunia

Brazil
bukan hanya dikenal sebagai negara yang permainan sepak bolanya menawan. Ia
adalah raksasa ekonomi yang menempati peringkat ke-5 sebagai negara terbesar di
dunia. Dengan populasi yang sangat masif dan tingkat urbanisasi yang tinggi,
Brazil menawarkan pasar konsumen yang sangat dinamis.

Sebagian
besar penduduk Brazil tinggal di area perkotaan. Hal ini berarti akses terhadap
produk-produk gaya hidup dan tren global sangatlah cepat. Bagi pelaku bisnis,
karakteristik populasi urban ini merupakan sinyal positif untuk ekspansi produk
yang mengedepankan inovasi dan kemudahan akses.

Baca juga:  90 Persen Lulusan SMK di Jawa Tengah Terserap Industri, Gubernur Luthfi Dorong Penguatan Sekolah Vokasi

Pentingnya
Penampilan dalam Budaya Brazil

Salah
satu temuan paling menarik dalam Hatchery Project kali ini adalah kedalaman
analisis mengenai perilaku konsumen. Di Brazil, penampilan merupakan bagian
penting dari identitas sosial. Hal ini berdampak langsung pada consumer
spending
yang sangat tinggi pada kategori beauty and personal care.

Faktanya,
angka penjualan parfum atau fragrance di Brazil merupakan yang terbesar
kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Budaya yang sangat memperhatikan aspek
estetika dan perawatan diri ini membuka peluang lebar bagi produk-produk
perawatan tubuh dan kecantikan dari Indonesia untuk masuk dan bersaing, asalkan
mampu memenuhi standar selera lokal yang cukup spesifik.

Kesempatan
Belajar Strategi Market Entry Brazil

Melalui
sesi Hatchery Project, kamu tidak hanya melihat potensi, tetapi juga belajar
cara menaklukkan tantangan melalui strategi market entry yang tepat.

1. Jenis produk yang berpotensi laku

Selain
kategori kecantikan, produk-produk yang berhubungan dengan gaya hidup urban dan
kesehatan memiliki potensi besar untuk dipasarkan di Brazil. Meski begitu,
sebagai pemilik usaha, kamu tetap perlu melakukan kurasi produk agar sesuai
dengan preferensi masyarakat Brazil.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 86 Mengikuti Merti Dusun Kemiri: Tradisi Penuh Makna untuk Syukur dan Kebersamaan antar Masyarakat

2. Tantangan: Brazil lebih tahu Bali
daripada Indonesia

Salah
satu hambatan nyata yang ditemukan adalah fakta bahwa masyarakat Brazil jauh
lebih mengenal Bali daripada Indonesia itu sendiri. Tantangan branding
ini mengharuskan pelaku ekspor untuk melakukan edukasi konsumen yang lebih
agresif dan cerdas dalam memosisikan produk mereka.

3. Peluang market entry

Mahasiswa
diajak membandingkan dua opsi utama, yaitu membangun perusahaan lokal di Brazil
atau bekerja sama dengan importir atau distributor lokal. Opsi kedua sering
kali dianggap lebih efektif bagi pemain baru karena mitra lokal sudah memiliki
jaringan distribusi yang kuat di apotek dan platform e-commerce.

Real-world
Exposure dan Networking Diplomatik

Nilai
jual utama dari Hatchery Project adalah kredibilitas informasinya. Materi yang
dipelajari mahasiswa disusun dan disampaikan langsung oleh Marcelo Koiti
Hasunuma, Head of the Trade Promotion and Economic Office dari Kedutaan
Besar Brazil di Jakarta. Ini memberikan kamu kesempatan langka untuk belajar
langsung dari narasumber diplomatik yang memahami seluk-beluk hubungan
bilateral dan kebijakan perdagangan antarnegara.

Baca juga:  Pemulihan Pascabencana di Sumatra Belum Tuntas, Mendagri Catat 15 Daerah Masih Berjuang Kembali Normal

Bersama
Marcelo Koiti Hasunuma, kamu pun dilatih untuk membangun kemampuan critical
thinking
dalam melihat risiko logistik, beban pajak impor yang bisa
mencapai 60%, hingga cara membangun kepercayaan dengan mitra di Brazil. Hal-hal
semacam ini tentunya penting untuk membuatmu semakin terlatih dalam
mengembangkan ekonomi usaha yang lebih matang.

 

Hatchery
Project membuktikan komitmen BINUS International dalam memberikan eksposur
global nyata bagi mahasiswanya. Dengan mengupas sektor perdagangan Brazil,
mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga memiliki kesiapan mental
dan jaringan untuk menjadi pelaku usaha di kancah internasional.

Pengalaman mendalam
seperti ini adalah langkah awal yang sempurna bagi kamu yang bercita-cita
menjadi pengusaha atau profesional global. Ingin merasakan pengalaman belajar
dengan standar internasional dan akses langsung ke pakar dunia? Yuk,
bergabung dengan BINUS
International
sekarang dan mulai langkahmu menuju karier global!

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES