Modifikasi Cuaca di Pantura Jateng, 1 Ton Garam Disemai untuk Tekan Risiko Banjir

Rabu, 28 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali mengintensifkan upaya mitigasi bencana hidrometeorologi melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Pada Selasa, 27 Januari 2026, sebanyak 1.000 kilogram Natrium Klorida (NaCl) disemai di wilayah langit Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah guna mengendalikan potensi hujan ekstrem yang berisiko memicu banjir dan genangan.

Penyemaian dilakukan menggunakan pesawat PK-SCJ yang lepas landas dari Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.

Dalam satu sortie penerbangan, pesawat menjangkau area sasaran sejauh 52 hingga 82 nautical mile (nm) dari bandara, menyasar wilayah perairan yang secara meteorologis dinilai masih aktif membentuk awan hujan.

Langkah ini menjadi bagian dari penanganan darurat di tengah puncak musim hujan yang diprediksi masih akan berlangsung hingga Februari 2026.

Baca juga:  BPBD Sebut Musim Kemarau Jawa Tengah 2025 Lebih Terkendali, Namun Warga Diminta Tetap Waspada

Flight Scientist PT Makson Sukses Pratama, Fadhlan Rizakul, menjelaskan bahwa penyemaian dilakukan secara selektif pada sektor awan yang masih memiliki potensi tumbuh menjadi hujan dengan intensitas tinggi.

“Dalam operasi ini kami menemukan awan Cumulus Congestus dan Stratocumulus dengan ketinggian yang masih ideal untuk dilakukan penyemaian,” ujar Fadhlan.

Jenis awan tersebut dinilai efektif untuk dimodifikasi karena masih berada pada fase pertumbuhan.

Dengan intervensi dini, hujan dapat diarahkan turun lebih awal di wilayah perairan, sehingga tidak terakumulasi di daratan yang rawan banjir.

Selain kondisi awan, faktor angin juga menjadi pertimbangan utama. Berdasarkan analisis meteorologi, angin bergerak dari arah barat hingga barat laut dengan kecepatan yang relatif stabil.

Baca juga:  Pelayanan Publik Jawa Tengah di Samsat Semarang II Tetap Lancar dan Dapat Apresiasi Masyarakat

Situasi ini memungkinkan pesawat menembus lapisan awan secara optimal dan menyebarkan bahan semai secara merata.

“Tujuan utamanya adalah mengurangi potensi hujan lebat di wilayah darat, terutama kawasan yang selama ini rawan banjir dan genangan,” tambahnya.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas C Penanggungan, memastikan Operasi Modifikasi Cuaca akan terus dilaksanakan hingga 29 Januari 2026.

Dalam sehari, jumlah sortie yang diterjunkan bervariasi, bergantung pada dinamika cuaca. Rata-rata, sebanyak lima hingga sembilan sortie penerbangan disiapkan untuk memastikan efektivitas penyemaian.

“Sesuai arahan Bapak Gubernur, saya sudah berkoordinasi langsung dengan Kepala BNPB. Modifikasi cuaca ini menjadi bagian dari penanganan darurat banjir dan genangan di Jawa Tengah,” kata Bergas.

Baca juga:  Pelantikan Pengurus Salimah Wonosobo 2025–2030, Momentum Penguatan Kepemimpinan Perempuan

Ia menegaskan bahwa OMC bukan langkah tunggal, melainkan bagian dari strategi terpadu penanggulangan bencana yang juga mencakup kesiapsiagaan daerah, pemantauan debit sungai, hingga penanganan dampak di lapangan.

Dalam operasi modifikasi cuaca, bahan semai yang digunakan tidak hanya garam. Bergas menjelaskan bahwa Natrium Klorida berfungsi untuk mempercepat proses turunnya hujan, sehingga hujan dapat terjadi lebih awal di area yang lebih aman, seperti wilayah perairan.

Sementara itu, pada kondisi tertentu, kapur juga digunakan untuk menahan atau menghambat pembentukan hujan di lokasi yang sedang terdampak bencana.

“Prinsipnya adalah mengatur waktu dan lokasi turunnya hujan agar tidak memperparah kondisi di daratan,” jelasnya

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

BRT Trans Jateng Bakal Hubungkan Temanggung–Magelang–Borobudur Mulai 2027
Penerbangan Langsung Semarang–Singapura Dorong Arus Investasi ke Jawa Tengah
Investasi Jawa Tengah 2025 Tembus Rp88,5 Triliun, Sektor Padat Modal Mulai Mendominasi
Pemprov Jateng Tetap Hadir untuk Korban Banjir Pati, Gus Yasin Pastikan Logistik hingga Layanan Kesehatan Aman
Realisasi Investasi Jawa Tengah 2025 Tertinggi Sepanjang Sejarah, Tembus Rp88,5 Triliun
Stok Pangan Jawa Tengah Dipastikan Aman Jelang Ramadan Meski Cuaca Ekstrem
Hujan Ekstrem Ancam Panen, Gubernur Jateng Dorong Daerah Segera Ajukan Asuransi Pertanian
Sinergi BUMDes dan Koperasi Merah Putih Dinilai Kunci Percepatan Ekonomi Desa di Jawa Tengah

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:02 WIB

Modifikasi Cuaca di Pantura Jateng, 1 Ton Garam Disemai untuk Tekan Risiko Banjir

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:09 WIB

BRT Trans Jateng Bakal Hubungkan Temanggung–Magelang–Borobudur Mulai 2027

Jumat, 23 Januari 2026 - 06:13 WIB

Penerbangan Langsung Semarang–Singapura Dorong Arus Investasi ke Jawa Tengah

Jumat, 23 Januari 2026 - 05:43 WIB

Investasi Jawa Tengah 2025 Tembus Rp88,5 Triliun, Sektor Padat Modal Mulai Mendominasi

Kamis, 22 Januari 2026 - 06:24 WIB

Pemprov Jateng Tetap Hadir untuk Korban Banjir Pati, Gus Yasin Pastikan Logistik hingga Layanan Kesehatan Aman

Berita Terbaru