Sejumlah mahasiswa Program Studi Ilmu Seni dan Arsitektur Islam (ISAI) UIN Walisongo bersama Wakil Menteri Agama RI, Romo R. Muhammad Syafi’i, usai menyerahkan kajian akademik terkait desakan perubahan gelar S.Hum menjadi S.Ars Jatengvox.com – Sejumlah mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Seni dan Arsitektur Islam (ISAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo menyerahkan kajian akademik kepada Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Romo R. Muhammad Syafi’i, guna mendesak percepatan perubahan gelar lulusan dari Sarjana Humaniora (S.Hum) menjadi Sarjana Arsitektur (S.Ars), Jumat (3/7/2026).
Aspirasi tersebut disampaikan di sela Stadium Generale Training Raya Akbar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Semarang di Balai Diklat Keagamaan Kota Semarang dan disaksikan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Walisongo.
Mahasiswa Prodi ISAI UIN Walisongo, Rahmat Setiawan mengatakan naskah akademik untuk perubahan gelar telah lama diajukan ke Kementerian Agama.
“Persoalannya ada di pusat Kementerian Agama Republik Indonesia. Sejak 2019 kami sudah mengajukan naskah akademik untuk perubahan gelar, tetapi hingga kini belum ada regulasi yang diterbitkan,” ujarnya.
Rahmat menilai perubahan gelar menjadi kebutuhan mendesak karena berkaitan dengan pengakuan keilmuan lulusan.
“Gelar bukan sekadar identitas, tetapi hak mahasiswa untuk mempertanggungjawabkan keilmuannya. Gelar S.Ars juga penting untuk pendidikan profesi arsitek,” katanya.
Ia juga mengungkapkan kondisi tersebut berdampak pada peluang kerja para alumni.
“Ada perusahaan yang langsung menyaring pelamar berdasarkan gelar, sehingga alumni kami kesulitan bersaing,” jelasnya.
Menurutnya, kurikulum ISAI telah memenuhi kompetensi bidang arsitektur sehingga gelar yang diterima seharusnya menyesuaikan.
“Seluruh mata kuliah kami tentang arsitektur, tetapi gelarnya masih S.Hum. Itu yang kami perjuangkan,” terangnya.
Sebelum menyampaikan aspirasi kepada Wamenag, sambungnya, ia telah berdiskusi dengan pihak program studi terkait proses perubahan gelar.
“Kaprodi sudah mengupayakan perubahan ini, tetapi proses di Kemenag masih sulit. Kami berharap pengajuannya segera dipermudah,” lanjutnya.
Ia menambahkan momentum kunjungan Wamenag dimanfaatkan sebagai upaya mempercepat penyelesaian persoalan tersebut.
“Kami melihat kehadiran Wamenag sebagai momentum untuk mempercepat perjuangan perubahan gelar S.Hum menjadi S.Ars,” tambahnya
Ia mengaku mendapat respons positif dari Wamenag setelah menyerahkan dokumen kajian akademik.
“Tenaga ahli Wamenag langsung merespons dan akan meninjau kembali serta mempercepat proses pengajuan perubahan gelar kami,” ungkapnya.
Rahmat berharap hak mahasiswa ISAI untuk memperoleh gelar S.Ars segera terpenuhi.
“Harapan kami sederhana, yakni terpenuhinya hak mahasiswa ISAI untuk memperoleh gelar S.Ars,” harapnya.
Salah satu peserta forum, Sayyida Roychana Salma mengatakan awalnya tidak mengetahui akan ada penyampaian aspirasi dari mahasiswa ISAI kepada Wamenag.
“Awalnya saya tidak tahu ada agenda itu. Baru saat acara berlangsung saya sadar teman-teman ISAI memang datang untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada Wamenag,” ujarnya.
Menurut Sayyida, persoalan gelar ISAI telah lama menjadi pembahasan tanpa kejelasan.
“Isu ini sudah lama belum menemukan titik terang. Penyerahan kajian akademik kepada Wamenag adalah langkah yang tepat,” katanya.
Ia menilai penyampaian aspirasi tersebut penting karena pesan mahasiswa dapat diterima langsung oleh pihak yang berwenang.
“Penyampaian aspirasi ini penting, karena setidaknya keresahan mahasiswa sudah disampaikan langsung kepada pihak yang berwenang. Semoga segera ditindaklanjuti,” tuturnya.
Sayyida berharap perjuangan mahasiswa ISAI membuahkan hasil sehingga memberikan kepastian bagi lulusan di masa mendatang.
“Semoga perubahan gelar ini segera terwujud karena penting bagi peluang kerja dan keberlanjutan pendidikan mahasiswa,” pungkasnya.
Reporter: Romaito
Tidak ada komentar