Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 04 melaksanakan kegiatan mapping risiko lingkungan rawan banjir di Desa Semampir.
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya identifikasi wilayah yang berpotensi terdampak banjir guna mendukung perencanaan mitigasi bencana berbasis data di tingkat desa.
Kegiatan mapping risiko lingkungan rawan banjir tersebut dilaksanakan di sejumlah titik wilayah Desa Semampir yang selama ini kerap mengalami genangan air saat musim hujan.
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 04 bersama warga RW 01 dan didukung oleh pemerintah desa.

Pelaksanaan kegiatan ini turut dihadiri oleh perangkat desa, di antaranya Kepala Desa Semampir Parmono, S.H., Ketua RW 01 Sumadi, serta Ketua RT 03 Nasikin, yang memberikan arahan dan informasi terkait kondisi lingkungan serta riwayat banjir di wilayah setempat.
Kepala Desa Semampir, Parmono, S.H., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UPGRIS.
Ia menyatakan bahwa program mapping risiko lingkungan rawan banjir ini sangat bermanfaat bagi desa karena dapat membantu pemerintah desa dalam memperoleh data yang lebih akurat terkait wilayah rawan banjir.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena hasil pemetaan yang dilakukan mahasiswa dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan penanganan dan mitigasi banjir di Desa Semampir ke depannya. Harapannya, data ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN bersama warga melakukan pendataan dan pemetaan secara langsung di lapangan, meliputi identifikasi titik rawan genangan banjir, kondisi saluran drainase, kontur wilayah, serta aktivitas masyarakat yang berpotensi memengaruhi aliran air.
Proses mapping dilakukan melalui observasi, pencatatan, dan diskusi dengan warga setempat.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran kondisi lingkungan Desa Semampir secara menyeluruh, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko banjir, serta menjadi dasar penyusunan rekomendasi mitigasi dan penanganan banjir yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Adapun output kegiatan yang dihasilkan antara lain peta risiko lingkungan rawan banjir Desa Semampir, data titik-titik rawan genangan dan penyumbatan saluran air, dokumentasi lapangan, serta rekomendasi awal terkait upaya pencegahan dan penanggulangan banjir yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah desa dan masyarakat.
Melalui kegiatan mapping risiko ini, diharapkan Desa Semampir memiliki data pendukung yang akurat sebagai dasar perencanaan penataan lingkungan dan pengurangan risiko bencana banjir di masa mendatang, sekaligus memperkuat kolaborasi antara mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 04, perangkat desa, dan masyarakat setempat.
Editor : Murni A














