Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 30 Rebranding UMKM Kripyk-Q, Dorong Inovasi dan Kemandirian Ekonomi Desa

Selasa, 23 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – UMKM merupakan salah satu pilar penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Melalui kewirausahaan, banyak potensi lokal dapat dikembangkan menjadi produk unggulan bernilai jual tinggi. Salah satu contohnya adalah usaha keripik di Desa Diwak, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, yang kini semakin dikenal dengan merek Kripyk-Q.

Produk olahan sederhana namun penuh inovasi ini menghadirkan berbagai varian camilan yang digemari masyarakat, mulai dari Keripik Sukun Original, Keripik Sukun Aneka Rasa, Keripik Pisang Original, Keripik Ubi Jalar Original, Keripik Ubi Jalar Manis, Pencok Ubi Jalar, Keripik Ubi Talas Aneka Rasa, Keripik Ubi Talas Original, hingga Pencok Ubi Talas.

Dengan cita rasa gurih dan tekstur renyah, Kripyk-Q berhasil menarik perhatian konsumen dari berbagai kalangan, baik anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

Pada 22 September 2025, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 30 turut mengambil peran dalam perkembangan UMKM ini melalui program Rebranding kemasan dan logo Kripyk-Q.

Baca juga:  Kemenekraf Perluas Program hingga Pelosok, Ekonomi Kreatif Makin Berdaya

Kegiatan ini menjadi bagian dari perjalanan pengabdian yang dilakukan oleh 15 mahasiswa lintas jurusan. Selama hampir satu bulan, tepatnya hingga 15 Oktober 2025, mereka akan tinggal, belajar, serta berkolaborasi bersama masyarakat Desa Diwak untuk mendukung berbagai sektor, termasuk pendidikan, lingkungan, hingga ekonomi kreatif.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN tidak hanya merancang ulang tampilan logo dan kemasan produk, tetapi juga membantu memberikan wawasan mengenai strategi pemasaran yang lebih modern dan adaptif dengan kebutuhan pasar saat ini.

Harapannya, produk Kripyk-Q dapat memiliki daya tarik visual yang lebih kuat, sehingga mampu bersaing dengan produk sejenis di pasaran yang lebih luas.

Baca juga:  Polres Banjarnegara Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H dengan Doa Bersama

Ibu Siti, pemilik UMKM Kripyk-Q, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN. Ia merasa senang dan terbantu dengan adanya pendampingan dalam pengembangan usaha kecil yang ia rintis bersama suami.

“Saya senang sekali menyambut kehadiran kalian di rumah saya. Keripik yang saya buat ini tidak memiliki karyawan, hanya saya kerjakan bersama suami dan prosesnya masih manual. Biasanya keripik ini kami setorkan langsung ke pabrik Coca-Cola,” ungkapnya.

Keripik bagi Ibu Siti bukan sekadar makanan ringan, tetapi juga wujud nyata dari kreativitas, kerja keras, dan semangat untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

Usaha ini tidak hanya memberikan camilan yang enak dan renyah bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang bagi tumbuhnya lapangan kerja baru, menambah pendapatan keluarga, serta mendorong kemandirian ekonomi desa.

Mahasiswa KKN UPGRIS berharap, melalui sentuhan rebranding, Kripyk-Q dapat semakin dikenal luas dan memiliki identitas yang lebih kuat di mata konsumen.

Baca juga:  Pulihkan Korban Banjir dan Longsor, Kemensos Fokus pada Kebutuhan Dasar Warga

Selain itu, diharapkan pula usaha ini dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lain di Desa Diwak untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi lokal mereka.

Dengan adanya dukungan dari masyarakat, keberadaan UMKM seperti Kripyk-Q dapat menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekonomi lokal.

Membeli produk UMKM berarti turut mendukung kerja keras para pelaku usaha kecil yang berusaha bangkit di tengah persaingan industri modern.

Melalui semangat kewirausahaan dan kolaborasi bersama, UMKM keripik di Desa Diwak diharapkan mampu melahirkan inovasi-inovasi baru, baik dari sisi rasa, kualitas, maupun kemasan. Dari usaha kecil inilah lahir mimpi besar untuk Indonesia yang mandiri, kreatif, dan sejahtera.

Penulis : Grahita Aileen Sasikirana – Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 30

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Prabowo Tegaskan Pendidikan Kunci Sukses Bangsa di Era Teknologi
Pelayanan Publik di Pati Dipastikan Tetap Berjalan Usai OTT KPK, Wagub Jateng Minta Kepala Daerah Jaga Integritas
Mahasiswa KKN UPGRIS Ajak Siswa SDN Beji 01 Belajar Coding Lewat Permainan Seru
Kemendag Perkuat Pengawasan Barang Beredar Lewat Sistem Digital Terpadu Nasional
KPK Gelar OTT di Pati, Bupati Sudewo Diamankan untuk Pemeriksaan
BPS Ungkap Komoditas Pangan Pemicu Inflasi Jelang Ramadan dan Lebaran
Klaim Asuransi Gagal Panen Mulai Diproses, Ribuan Hektare Sawah Jateng Terdampak Banjir
Penanganan Muara Sungai Pascabencana Jadi Fokus Kementerian PU di Sumatra dan Aceh

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:51 WIB

Prabowo Tegaskan Pendidikan Kunci Sukses Bangsa di Era Teknologi

Rabu, 21 Januari 2026 - 05:16 WIB

Pelayanan Publik di Pati Dipastikan Tetap Berjalan Usai OTT KPK, Wagub Jateng Minta Kepala Daerah Jaga Integritas

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:16 WIB

Mahasiswa KKN UPGRIS Ajak Siswa SDN Beji 01 Belajar Coding Lewat Permainan Seru

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:10 WIB

KPK Gelar OTT di Pati, Bupati Sudewo Diamankan untuk Pemeriksaan

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:00 WIB

BPS Ungkap Komoditas Pangan Pemicu Inflasi Jelang Ramadan dan Lebaran

Berita Terbaru