Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 27 Sulap Sampah Rumah Tangga Jadi Pupuk Organik Cair di Rw 08 Kelurahan Gemah

waktu baca 2 menit
Senin, 9 Feb 2026 20:21 45 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 27 Kelurahan Gemah, Kecamatan Pedurungan, melakukan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dengan memanfaatkan limbah rumah tangga.

Program ini diinisiasi sebagai solusi atas dua permasalahan utama di desa setempat: penumpukan sampah organik dan tingginya harga pupuk kimia bagi para petani maupun warga yang gemar berkebun.

Ketua tim KKN UPGRIS di, Tessa, menjelaskan bahwa banyak warga yang belum menyadari bahwa sisa sayuran, buah-buahan, dan air cucian beras memiliki nilai ekonomis jika diolah dengan benar.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Gelar Sosialisasi Pengolahan Sampah Bersama Ibu-Ibu PKK di RW 05 Kaligawe, Susukan

“Kami melihat potensi besar dari sampah dapur yang biasanya langsung dibuang. Dengan proses fermentasi sederhana, sampah ini bisa menjadi nutrisi luar biasa bagi tanaman,” ujar Dola.

Dalam demonstrasi yang dihadiri oleh masyarakat setempat, mahasiswa mempraktikkan cara pembuatan POC yang praktis:

Pencacahan: Sampah organik (sisa sayur/buah) dipotong kecil-kecil.

Pencampuran: Dimasukkan ke dalam wadah kedap udara bersama air cucian beras dan molase (tetes tebu) atau gula jawa sebagai sumber energi bakteri.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Kelompok 30 UPGRIS Ajak Ibu-Ibu PKK RT 4 Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

Aktivator: Penambahan bioaktivator seperti EM4 untuk mempercepat proses dekomposisi.

Fermentasi: Campuran didiamkan selama 10–14 hari.

Dukungan Masyarakat dan Ketua RW 08, Bapak Marmo menyambut positif inovasi ini. Menurutnya, program ini sejalan dengan upaya desa untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan mandiri secara pangan.

“Kehadiran adik-adik mahasiswa UPGRIS sangat membantu. Selain lingkungan jadi bersih, warga juga bisa menghemat biaya perawatan tanaman di pekarangan rumah,” ungkapnya.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan warga Kelurahan Gemah tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pupuk kimia dan mulai beralih ke pola pertanian organik yang lebih ramah lingkungan.

Baca juga:  Dorong Kemandirian Ekonomi, Tim KKN-T 74 UNDIP Susun Model Bisnis Boemi Maggot melalui Business Model Canvas
Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA