Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 21 sukses menyelenggarakan lomba pelaksanaan ecoprint yang bertempat di Sanggar Desa Gogik, Kecamatan Ungaran Barat.
Kegiatan ini diikuti oleh tiga sekolah, yaitu SD Islam Gintungan, MI Ma’arif Desa Gogik, dan SDN Gogik 01.
Lomba ecoprint ini merupakan puncak dari rangkaian program kerja KKN yang berfokus pada pengembangan kreativitas siswa melalui pemanfaatan bahan alam.
Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas, kemandirian, serta kepedulian terhadap lingkungan melalui seni berbasis alam.
Dalam pelaksanaannya, para peserta membuat karya ecoprint menggunakan kain putih polos dengan memanfaatkan daun dan bunga yang tersedia.
Setiap siswa mengerjakan karyanya secara individu, sehingga mampu menunjukkan kreativitas dan ciri khas masing-masing. Suasana lomba berlangsung tertib, penuh semangat, dan antusias dari seluruh peserta.
Lomba ini dinilai langsung oleh Ibu Nunuk selaku juri. Dalam proses penilaian, aspek yang diperhatikan meliputi kreativitas desain, komposisi motif, kerapian, teknik pencetakan, serta kesesuaian penggunaan bahan alami.
Ibu Nunuk menyampaikan apresiasi atas semangat dan hasil karya para siswa yang dinilai sangat kreatif dan berpotensi untuk terus dikembangkan.
Perwakilan guru dari masing-masing sekolah juga menyampaikan dukungan terhadap kegiatan ini.
Mereka menilai lomba ecoprint menjadi pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa karena menggabungkan unsur seni, lingkungan, dan pembelajaran praktik secara langsung.
Ketua Kelompok KKN 21 menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mencari pemenang, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi siswa.
“Kami berharap melalui lomba ini, siswa semakin mencintai lingkungan dan mampu memanfaatkan bahan alam menjadi karya yang bernilai,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya lomba ecoprint antar sekolah ini, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 21 telah memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembelajaran kreatif dan pendidikan karakter di Desa Gogik.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah untuk terus mengembangkan pembelajaran berbasis lingkungan yang inovatif dan berkelanjutan.
Editor : Murni A














