Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melaksanakan program kerja DEKRAFT (Desain dan Kerajinan UMKM) di Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
Program ini bertujuan memperkuat identitas produk serta meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, khususnya usaha rumahan di bidang makanan olahan dan kerajinan.
Kegiatan DEKRAFT dilaksanakan pada hari Minggu, 1 Februari 2026, dengan menyasar sejumlah pelaku UMKM, di antaranya UMKM risol dan lumpia milik Ibu Manji, kerupuk bakar milik Ibu Sarinten, keripik pisang milik Ibu Puji, serta UMKM suvenir yang dikelola oleh Kelompok Ibu-ibu Cinta.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara langsung di masing-masing rumah produksi UMKM dan dibagi ke dalam dua kelompok mahasiswa yang bekerja secara bersamaan guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi waktu pelaksanaan.
Melalui program DEKRAFT, mahasiswa KKN UPGRIS memberikan pengarahan berupa perancangan logo produk, perbaikan desain kemasan, serta inovasi pada tampilan dan varian produk.
Setiap UMKM dibimbing untuk menyesuaikan desain dengan karakter produknya agar memiliki ciri khas, tampilan yang lebih menarik, dan kesiapan untuk dipasarkan secara lebih luas.
Program ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya produk UMKM Desa Leyangan yang memiliki potensi pasar, namun belum didukung oleh identitas visual dan kemasan yang memadai.
Kondisi tersebut menyebabkan produk kurang menarik bagi konsumen dan sulit bersaing dengan produk sejenis.
Melalui DEKRAFT, dilakukan pengembangan produk guna meningkatkan nilai tambah, memperkuat identitas, serta meningkatkan daya saing di pasar lokal maupun modern.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN UPGRIS menghadirkan berbagai inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing UMKM.
Inovasi tersebut meliputi pembuatan logo produk risol, varian chili oil pada kerupuk bakar, serta varian matcha dan cokelat pada keripik pisang.

Selain itu, inovasi kemasan juga diterapkan pada produk suvenir melalui penggunaan kemasan pouch laser hologram untuk meningkatkan nilai jual produk.
Salah satu mahasiswa KKN UPGRIS, Syamsul, menyampaikan bahwa program DEKRAFT merupakan langkah strategis dalam mendukung pengembangan UMKM desa.
“Kami berharap program kerja ini dapat membantu pelaku UMKM memiliki identitas produk yang lebih kuat dan profesional sehingga mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Mahasiswa KKN UPGRIS lainnya, Zuhaili, menambahkan bahwa inovasi produk menjadi kunci dalam meningkatkan minat konsumen.
“Penambahan varian rasa dan perbaikan tampilan produk diharapkan dapat meningkatkan daya tarik UMKM Desa Leyangan serta menyesuaikan produk dengan perkembangan selera pasar,” katanya.
Dari sisi pelaku UMKM, Ibu Puji, pemilik usaha keripik pisang, mengaku terbantu dengan adanya pendampingan tersebut.
“Inovasi varian rasa dan kemasan yang lebih menarik memberikan semangat baru bagi usaha saya. Semoga penjualan produk dapat terus meningkat,” tuturnya.
Hal senada disampaikan oleh Ibu Sarinten, pelaku UMKM kerupuk bakar. “Pendampingan ini sangat bermanfaat. Adanya logo dan inovasi rasa membuat produk kami terlihat lebih menarik dan mudah dikenali,” ungkapnya.
Sementara itu, Ibu Anik, perwakilan UMKM suvenir Kelompok Ibu-ibu Cinta, menyampaikan apresiasinya atas pendampingan yang diberikan mahasiswa KKN UPGRIS.
“Kami merasa sangat terbantu, terutama dalam pengembangan kemasan dan identitas produk. Pendampingan ini menambah kepercayaan diri kami untuk memasarkan produk ke jangkauan yang lebih luas,” katanya.
Tanggapan positif juga disampaikan oleh Ibu Manji, pelaku UMKM risol dan lumpia.
“Dengan adanya logo dan inovasi produk, usaha saya terasa lebih rapi dan profesional. Semoga ke depan produk risol dan lumpia kami semakin dikenal dan penjualannya meningkat,” ujarnya.

Melalui pelaksanaan program DEKRAFT, mahasiswa KKN UPGRIS berharap pendampingan yang dilakukan dapat mendorong pelaku UMKM Desa Leyangan untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas jaringan pemasaran secara mandiri.
Selain itu, diharapkan terjalin kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pelaku UMKM dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal demi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Editor : Murni A














