Jatengvox.com – Upaya pemerintah dalam memperkuat program Sekolah Rakyat terus menunjukkan progres. Tidak hanya dari sisi fasilitas dan kurikulum, perhatian juga diarahkan pada peran guru, khususnya guru Pendidikan Agama Islam (PAI).
Kementerian Agama (Kemenag) kini tengah mendorong penambahan formasi guru PAI sebagai bagian dari penguatan kualitas pendidikan berbasis karakter di sekolah tersebut.
Langkah ini menjadi penting mengingat Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan biasa, melainkan dirancang khusus untuk menjangkau masyarakat dari keluarga miskin ekstrem dengan sistem berasrama gratis.
Saat ini, tercatat sebanyak 98 guru PAI telah mengabdi di Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai daerah. Namun jumlah tersebut dinilai belum ideal untuk menjawab kebutuhan yang terus berkembang.
Kemenag pun telah mengambil langkah strategis dengan mengajukan formasi baru guru PAI kepada Kementerian PAN-RB.
Hal ini disampaikan oleh Kasubdit SMP/SMPLB Direktorat PAI, Fatmawati, dalam Forum Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Bogor pada akhir April 2026.
“Kita sudah ajukan formasi pengadaan baru. Sekarang tinggal menunggu hasilnya,” ujarnya.
Selain rekrutmen baru, Kemenag juga memaksimalkan skema redistribusi guru ASN agar distribusi tenaga pengajar lebih merata dan tepat sasaran.
FGD tersebut diikuti oleh para kepala bidang PAI dari tingkat provinsi yang selama ini menjadi pembina guru-guru di daerah. Diskusi tidak hanya berhenti pada jumlah guru, tetapi juga menyentuh aspek kualitas.
Beberapa poin penting yang dibahas meliputi:
– Peningkatan kompetensi pedagogik dan profesional guru
– Penguatan pembelajaran berbasis karakter
– Regulasi legitimasi penempatan guru PAI
– Mekanisme redistribusi ASN, baik dari Kemenag maupun pemerintah daerah
Diskusi ini menjadi ruang penting untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus merumuskan solusi yang lebih konkret.
Staf Khusus Menteri Agama, Ismail Cawidu, menegaskan bahwa guru PAI memiliki peran strategis dalam keberhasilan Sekolah Rakyat. Mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi pembentuk karakter siswa.
Menurutnya, Sekolah Rakyat memiliki tantangan yang berbeda dibanding sekolah pada umumnya. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan khusus, termasuk dalam menyiapkan tenaga pendidik.
“Guru PAI adalah ujung tombak dalam pembinaan akhlak, identitas kebangsaan, dan nilai keagamaan siswa,” tegasnya.






