Mahasiswa KKN Undip Latih Pelaku UMKM Pesisir Pantai Sumur Pandan Hitung HPP dan Tentukan Harga Jual

waktu baca 2 menit
Kamis, 13 Agu 2026 20:10 6 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Universitas Diponegoro (Undip) Tim II Desa Nyamplungsari menggelar pelatihan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan strategi penetapan harga jual bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan pesisir Pantai Sumur Pandan pada 13 Agustus 2026.

Program kerja ini digagas oleh Mirza Rahman Jatmiko, mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis, FISIP Undip, yang menyasar langsung para pelaku usaha di wilayah pesisir tersebut.

Kegiatan ini bermula dari temuan mahasiswa bahwa pencatatan biaya produksi para pelaku UMKM pesisir selama ini masih dilakukan secara sederhana dan belum memisahkan komponen biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead secara rinci.

Baca juga:  Intip Besaran Pendapatan PPPK Paruh Waktu 2026 Berdasarkan Kemampuan Fiskal Daerah

Kondisi tersebut membuat pelaku usaha kesulitan menetapkan harga jual yang kompetitif namun tetap menguntungkan. Program ini dirancang untuk mendukung SDGs Poin 1 terkait kebocoran keuangan usaha (financial leakage), serta sejalan dengan SDGs Poin 8 dan Poin 16.

Pelaksanaan program diawali dengan observasi dan identifikasi kondisi usaha serta pola pencatatan biaya produksi pelaku UMKM.

Selanjutnya, mahasiswa memberikan pelatihan mengenai komponen-komponen HPP, mulai dari biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, hingga biaya overhead, serta memperkenalkan dua metode penetapan harga jual, yakni cost-plus pricing dan mark-up pricing, sekaligus analisis titik impas atau Break Even Point (BEP) usaha.

Baca juga:  Sinergi KKN Undip di Desa Bulugede Gaungkan Literasi Keuangan, e-RDKK Tani, hingga Digitalisasi UMKM

Sebagai media pendukung, mahasiswa menyusun modul “Kalkulator HPP & Harga Jual UMKM Pesisir” dalam format fisik maupun digital yang dapat digunakan secara mandiri oleh pelaku usaha.

Salah satu pelaku UMKM Pantai Sumur Pandan, Bapak Mahrufi, yang turut mengikuti jalannya program menyampaikan apresiasinya.

“Saya berterima kasih kepada mahasiswa KKN Undip karena sudah membantu saya memahami cara menghitung biaya produksi dengan benar. Ilmu ini sangat berguna supaya usaha saya bisa lebih untung dan berkembang,” kata Bapak Mahrufi.

Program ditutup dengan sesi pendampingan praktik perhitungan HPP menggunakan data riil usaha masing-masing peserta, serta penyerahan modul kalkulator kepada pelaku UMKM sebagai pedoman penetapan harga jual yang berkelanjutan.

Baca juga:  Dari Daun Kering ke Briket Arang, KKN-T IDBU 52 Undip Dukung SDGs 8, 12, 15

Mahasiswa berharap para pelaku UMKM pesisir dapat menerapkan perhitungan HPP secara konsisten dan mengevaluasi harga jual maupun BEP usahanya secara berkala, dengan pendampingan lanjutan dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Nyamplungsari.

 

 

Penulis: Tim KKN-R Undip Tim II Desa Nyamplungsari

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA