Mahasiswa KKN UNDIP berinteraksi dengan warga saat memberikan penyuluhan kesehatan, pendampingan hidroponik, dan pelatihan administrasi posyandu di Desa Sonoharjo Jatengvox.com – Mengatasi tantangan kesehatan seperti stunting memerlukan sinergi yang komprehensif dari hulu ke hilir. Menyadari hal tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim II melaksanakan serangkaian program multidisiplin bertajuk “Sonoharjo Sehat Kreatif: Akselerasi Pencegahan Stunting, Penguatan Literasi Digital dan Cross-Cultural Learning Berbasis Komunitas” di Desa Sonoharjo, Kabupaten Wonogiri.
Rangkaian kegiatan edukatif dan pemberdayaan ini diselenggarakan secara maraton di beberapa titik strategis, termasuk Dusun Wiro, Dusun Jatinom, serta Dusun Ngasem Tengah.
Sasarannya pun mencakup multiaspek, mulai dari ibu hamil, ibu balita, kelompok tani dan peternak, hingga kader posyandu.
Penguatan Gizi, Keamanan Pangan, dan Kemandirian Pertanian Sebagai ujung tombak pencegahan stunting, kelompok sasaran ibu hamil dan balita di Dusun Wiro mendapatkan edukasi “SIGAP Tumbuh Kembang” pada tanggal 4 Agustus 2026.
Melalui program ini, warga diberikan pemahaman krusial mengenai pengertian, tanda, gejala, serta risiko stunting, berikut langkah tindak lanjut yang tepat setelah anak menjalani pengukuran di posyandu.

Pemahaman mengenai asupan gizi ini dilengkapi dengan sosialisasi bertajuk “BIOSAFE”. Warga diajak untuk meningkatkan kepekaan terhadap keamanan pangan rumah tangga guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Materi yang ditekankan mencakup kebiasaan krusial dalam keseharian, mulai dari pentingnya mencuci tangan dengan sabun, menggunakan air bersih, memisahkan bahan mentah dari makanan matang guna menghindari kontaminasi silang, hingga memastikan makanan disimpan dalam wadah yang tertutup.
Langkah preventif ini bertujuan untuk menekan risiko penyakit infeksi seperti diare yang dapat menghalangi penyerapan zat gizi pada balita.
Tak sekadar menyosialisasikan teori kesehatan, mahasiswa KKN Undip juga memfasilitasi pendampingan kemandirian pangan keluarga melalui program “Agri-Nutri”.
Berkolaborasi dengan Kelompok Ternak Berkah Rojo Koyo Farm dan Kelompok Tani Desa Sonoharjo, warga dibimbing untuk melakukan praktik budidaya sayuran menggunakan metode hidroponik.
Peserta diajarkan tahapan sistematis, mulai dari penyemaian, proses pindah tanam, hingga cara perawatannya, agar warga dapat menghasilkan sendiri sumber sayuran bergizi dari pekarangan mereka.

Edukasi Literasi Digital, Sadar Hukum, dan Karakter Kebersihan Mengingat cepatnya perputaran informasi di ranah maya, program KKN ini turut mengintervensi aspek literasi warga.
Melalui program “Kenali & Cegah”, warga diajarkan untuk cerdas bermedia sosial, khususnya dalam mengenali, menyaring, dan mewaspadai berita hoaks atau misinformasi terkait isu kesehatan dan pencegahan stunting.
Sejalan dengan hal tersebut, mahasiswa menjalankan strategi komunikasi pemasaran sosial untuk memastikan informasi kesehatan yang valid dapat diterima dengan baik.
Pendekatan edukasi warga semakin utuh dengan adanya penyuluhan hukum yang difokuskan pada optimalisasi kesadaran keluarga terkait kewajiban pemenuhan hak anak atas kesehatan dan gizi.
Sementara itu, pendidikan karakter pada anak dibangun melalui sosialisasi empat kebiasaan hidup bersih dan sehat yang esensial untuk diterapkan sejak dini.
Guna memastikan seluruh program edukasi dan intervensi ini tepat sasaran, tim KKN Universitas Diponegoro, didampingi oleh tiga dosen, yaitu Farid Agushybana, S.KM, DEA, Ph.D, Fariz Nurmita Aziz, S.T.P., M.Sc., dan Dewi Setyaningsih, S.IP., M.A., melakukan pemetaan praktik pengasuhan anak dan kebiasaan kesehatan keluarga melalui wawancara partisipatif yang melibatkan warga dan Kader Posyandu Melati 1, yang hasilnya kemudian dievaluasi secara langsung pada agenda Posyandu Ibu dan Balita di Dusun Ngasem Tengah.
Optimalisasi Manajemen Kader Posyandu Pencegahan stunting di tingkat akar rumput tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya sistem posyandu yang prima.
Oleh karena itu, mahasiswa KKN turut memberikan pendampingan manajerial secara intensif kepada para Kader Posyandu Melati di Dusun Jatinom.
Dalam bidang keuangan, para kader dilatih mengimplementasikan pembukuan kas sederhana agar pencatatan dana kegiatan dapat terkelola secara lebih tertib, sistematis, dan akuntabel.
Selain keuangan, pengelolaan barang posyandu juga ditata ulang melalui pelatihan metode pengendalian persediaan (inventory control).
Kader diajarkan cara administrasi logistik fisik—mulai dari pencatatan barang masuk dan keluar, penyelarasan sisa stok, hingga penetapan batas minimum ketersediaan.
Keterampilan praktis ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kader akan pentingnya sinkronisasi data fisik barang dengan kebutuhan operasional, sehingga pasokan gizi yang disalurkan senantiasa tercukupi dan tepat sasaran.
Menutup seluruh rangkaian pengabdian ini, mahasiswa KKN UNDIP melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala guna menampung kendala di lapangan, dengan harapan seluruh pengetahuan, praktik, dan sistem tata kelola yang telah ditransfer dapat menjadi kebiasaan baru yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Sonoharjo.
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar