Mahasiswa KKN UNDIP Dampingi 30 UMKM Desa Sumub Kidul Kenali Pembayaran Digital melalui QRIS

waktu baca 3 menit
Rabu, 5 Agu 2026 20:30 10 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim II melakukan pendataan dan pendampingan digitalisasi kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sumub Kidul, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 27 Juli hingga 5 Agustus 2026 tersebut dilakukan secara langsung dengan mendatangi rumah dan tempat usaha pelaku UMKM.

Program pendataan UMKM dilakukan oleh Benita Zara Zaynah dari Program Studi Ilmu Pemerintahan, sedangkan pendampingan pembuatan QRIS dilakukan oleh Melisa Sintya Ulfa dari Program Studi Akuntansi Perpajakan.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan pelaku UMKM sekaligus memperkenalkan alternatif pembayaran digital yang dapat digunakan dalam kegiatan usaha.

Pendataan dilakukan pada 27–31 Juli 2026 dengan mengunjungi rumah maupun tempat usaha pelaku UMKM.

Mahasiswa melakukan wawancara singkat sambil mencatat informasi mengenai nama usaha, jenis usaha, alamat, kontak, serta kondisi dan kebutuhan usaha. Pelaku UMKM juga ditanya mengenai pemanfaatan teknologi digital, termasuk kepemilikan dan penggunaan QRIS dalam transaksi.

Baca juga:  Kanteen Resmi Bertransformasi Menjadi Kanteen & Co., Hadirkan Konsep Social Dining Berbasis Komunitas

Sebanyak 30 UMKM berhasil didata dalam kegiatan tersebut. Dari hasil pendataan, mahasiswa menemukan bahwa sebagian besar pelaku usaha belum memiliki QRIS.

Kondisi tersebut tidak hanya disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan mengenai pembayaran digital, tetapi juga karena sebagian pelaku usaha belum memiliki telepon genggam yang dapat digunakan untuk melakukan pendaftaran dan pengelolaan transaksi digital.

Bagi pelaku UMKM yang memiliki perangkat dan memenuhi kebutuhan pendaftaran, mahasiswa memberikan pendampingan secara langsung.

Pendampingan dilakukan mulai dari menjelaskan pengertian dan manfaat QRIS, membantu proses pendaftaran, mendampingi hingga QRIS aktif, kemudian mencetak QRIS tersebut untuk diberikan kepada pelaku usaha dalam bentuk akrilik.

Baca juga:  Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Sinergi Internal, PalmCo Konsolidasikan Karyawan di Momentum Halal Bihalal

Sebanyak lima pelaku UMKM berhasil mendapatkan pendampingan dan memiliki QRIS aktif. Mahasiswa juga memberikan pendampingan penggunaan QRIS agar pelaku usaha dapat memahami cara menerima pembayaran digital secara lebih mudah.

Salah satu pelaku UMKM, Riati, pemilik usaha Telur Asin Usaha Mandiri, mengungkapkan bahwa keterbatasan penggunaan telepon genggam menjadi salah satu kendala dalam mengikuti sistem pembayaran digital.

“Saya tidak punya handphone karena kurang memahami cara menggunakannya. Handphone yang bisa digunakan paling milik anak saya, tetapi sekarang anak saya sudah bekerja di desa lain,” ujar Riati.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa penerapan digitalisasi pada UMKM tidak hanya berkaitan dengan pengenalan teknologi, tetapi juga dipengaruhi oleh akses dan kemampuan pelaku usaha dalam menggunakan perangkat digital.

Baca juga:  Harga Bitcoin Melemah Tajam, Investor Indonesia Tidak Panic Selling

Sebagian pelaku UMKM yang telah berusia lebih lanjut masih belum terbiasa menggunakan teknologi sehingga membutuhkan pendampingan secara langsung dan bertahap.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNDIP berupaya mengenalkan QRIS sebagai salah satu alternatif pembayaran yang dapat memudahkan transaksi antara pelaku usaha dan konsumen.

Di sisi lain, pendataan yang dilakukan menghasilkan spreadsheet yang memuat informasi mengenai UMKM di Desa Sumub Kidul serta kondisi dan kebutuhan digitalisasi masing-masing usaha.

Data tersebut diharapkan dapat menjadi dasar untuk mengetahui potensi dan kebutuhan UMKM secara lebih terarah serta mendukung pelaksanaan pendampingan usaha di kemudian hari.

Kegiatan pendataan UMKM dan pendampingan QRIS ini dilaksanakan oleh Benita Zara Zaynah (Ilmu Pemerintahan) dan Melisa Sintya Ulfa (Akuntansi Perpajakan) sebagai bagian dari program sosial kemasyarakatan KKN UNDIP Tim II di Desa Sumub Kidul, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan.

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA