Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 172 Turut Sukseskan Rembug Stunting Desa Pamriyan sebagai Upaya Pencegahan Stunting

waktu baca 2 menit
Rabu, 29 Jul 2026 20:20 14 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 172 turut berpartisipasi dalam kegiatan Rembug Stunting Pada hari Rabu, 29 Juli 2026, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Pamriyan, Kecamatan Gemuh.

Kegiatan ini menjadi forum musyawarah untuk membahas kondisi stunting di desa sekaligus merumuskan tindak lanjut dalam upaya pencegahan dan penanganannya.

Rembug Stunting dihadiri oleh Sekretaris Camat Gemuh, Rahmat, Kepala Desa Pamriyan Taufiq Rizal, Bidan Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Babinsa, Bhabinkamtibmas, ibu-ibu PKK, kader kesehatan, serta segenap warga Desa Pamriyan.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung penurunan angka stunting di tingkat desa.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Pamriyan, Taufiq Rizal, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu menjadi langkah dalam menekan angka stunting di Desa Pamriyan.

Baca juga:  Penyaluran Bantuan Beras Gratis dari Presiden RI untuk Warga Desa Bumen

“Saya harap dari rembug stunting ini dapat menurunkan angka stunting di Desa Pamriyan.”

Pada sesi pemaparan data, Kader Pembangunan Manusia (KPM) Desa Pamriyan, Nurholifah, menyampaikan bahwa jumlah kasus stunting di Desa Pamriyan mengalami peningkatan dari 7 anak menjadi 19 anak dengan diagnostik10 anak pendek, 4 anak Berat badan kurang, 2 anak Gizi Kurang dan 2 orang sangat pendek.

Ia juga menjelaskan kondisi sanitasi desa yang telah menjangkau seluruh wilayah, dengan RW 1 memanfaatkan fasilitas PAMSIMAS, sedangkan RW 2 dan RW 3 menggunakan layanan PDAM.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Bidan Desa Pamriyan, Luvi, memaparkan sejumlah program yang dapat dilaksanakan sebagai upaya penanganan dan pencegahan stunting.

Baca juga:  Tanamkan Peduli Lingkungan Sejak Dini, KKN UIN Walisongo Gelar Sosialisasi Pemilahan Sampah di SD N 2 Rejosari

Program tersebut meliputi penyelenggaraan kelas balita bagi balita stunting, pemberian makanan tambahan di luar kegiatan posyandu, termasuk pemberian susu bagi balita stunting, serta edukasi mengenai pencegahan stunting kepada remaja putri, calon pengantin, pasangan usia subur, hingga ibu hamil.

Menurutnya, pencegahan stunting harus dimulai sejak masa remaja agar dapat menghasilkan generasi yang sehat dan berkualitas.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang turut membantu jalannya acara, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.

Kehadiran mahasiswa KKN merupakan bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Desa Pamriyan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting.

Baca juga:  Kapolri Terima Audiensi MUI, Perkuat Sinergi Jaga NKRI hingga Dukung Indonesia Emas 2045

Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa juga mendukung penuh kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan desa yang lebih sehat.

Melalui pelaksanaan Rembug Stunting ini, diharapkan terbangun komitmen bersama seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung program pencegahan dan penanganan stunting secara berkelanjutan.

Sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan mampu menjadi langkah nyata dalam mewujudkan generasi Desa Pamriyan yang sehat dan bebas stunting.

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA