Dukung UMKM Ramah Lingkungan, Mahasiswa KKN Undip Edukasi Pengolahan Limbah Kulit Pisang Jadi Pakan Alternatif

waktu baca 3 menit
Selasa, 4 Agu 2026 20:30 6 jatengvox

Jatengvox.com – Limbah UMKM yang selama ini kurang dimanfaatkan secara optimal menjadi fokus perhatian Mahasiswa Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) di Desa Gringging, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen.

Pada Selasa (4/8/2026), mahasiswa KKN melaksanakan program kerja multidisiplin berupa edukasi pengolahan limbah kulit pisang menjadi pakan ternak alternatif.

Kegiatan ini berlangsung di tempat produksi keripik pisang milik Ibu Rina, salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Gringging yang selama ini dikenal aktif menggerakkan roda ekonomi warga setempat.

Program ini berawal dari hasil pengamatan mahasiswa KKN di lapangan, yakni kulit pisang hasil produksi UMKM keripik pisang selama ini langsung diberikan kepada ternak kambing tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu.

Praktik tersebut sebenarnya sudah cukup umum dilakukan di banyak wilayah pedesaan dan bukan merupakan hal yang keliru.

Namun demikian, mahasiswa KKN melihat adanya peluang untuk meningkatkan nilai manfaat dari limbah tersebut, mengingat kulit pisang diketahui masih mengandung nutrisi yang berpotensi lebih optimal dan lebih tahan lama sebagai stok pakan apabila diolah dengan tepat, misalnya melalui proses fermentasi sederhana menjadi silase.

Baca juga:  Kegiatan Donor Darah di Desa Kliris: Kolaborasi KKN Reguler ke-85 Posko 21 UIN Walisongo dan PMI Kendal

Berangkat dari peluang tersebut, mahasiswa KKN merancang kegiatan edukasi yang bersifat aplikatif dan mudah diikuti oleh masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN terlebih dahulu melakukan observasi kondisi limbah dan alur proses produksi UMKM secara langsung, sebelum kemudian memberikan penyuluhan singkat mengenai manfaat pengolahan kulit pisang sebagai pakan ternak serta tahapan pembuatan silase secara sederhana.

Sebagai bentuk dukungan agar ilmu yang disampaikan benar-benar dapat diterapkan, mahasiswa KKN turut menyerahkan bahan-bahan yang diperlukan, sehingga pelaku UMKM dan masyarakat dapat langsung mempraktikkan pembuatan silase secara mandiri di hari lain sesuai waktu yang mereka miliki.

“Kami sengaja menyiapkan bahan-bahannya supaya bisa langsung dipraktikkan sendiri, tidak hanya berhenti pada penjelasan saja,” ujar salah satu mahasiswa KKN yang turut memberikan penyuluhan.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UNDIP Susun SOP Budidaya Maggot untuk Dukung Ketahanan Pangan Perikanan Lele BUMDes Desa Segaran

“Selama ini kulit pisang cuma saya kasihkan ke saudara saya yang punya peternakan kambing dan langsung diberikan ke ternak begitu saja, tidak tahu kalau ternyata bisa diolah lagi supaya lebih awet dan bermanfaat. Terima kasih untuk adik-adik KKN yang sudah mau berbagi ilmu,” ujar Ibu Rina, pelaku UMKM keripik pisang Desa Gringging.

Sesi tanya jawab singkat turut mewarnai kegiatan ini, di mana peserta tampak antusias menggali lebih dalam mengenai tahapan proses pengolahan yang dijelaskan.

Sasaran kegiatan ini meliputi Ibu Rina selaku pelaku UMKM keripik pisang setempat beserta masyarakat sekitar yang selama ini turut memanfaatkan limbah kulit pisang sebagai pakan ternak, sehingga manfaat edukasi ini diharapkan dapat dirasakan secara lebih luas oleh warga desa.

Sebagai media informasi tambahan yang dapat digunakan sewaktu-waktu, mahasiswa KKN membagikan leaflet edukasi yang memuat penjelasan mengenai manfaat pengolahan limbah kulit pisang sebagai pakan alternatif, lengkap dengan tahapan pembuatan silase secara bertahap — mulai dari persiapan bahan, proses fermentasi, hingga cara penyimpanan hasil olahan agar kualitasnya tetap terjaga dengan baik.

Baca juga:  Kemenbud Gelar Lomba Menulis Surat Nasional 2025 dengan Tema Surat untuk Pahlawanku

Leaflet ini menjadi panduan utama bagi masyarakat dalam mempraktikkan pembuatan silase secara mandiri menggunakan bahan yang telah diserahkan sebelumnya.

Silase sendiri dikenal luas sebagai salah satu metode pengawetan pakan ternak melalui proses fermentasi, yang secara umum mampu memperpanjang masa simpan bahan pakan sekaligus mempertahankan nilai gizinya dibandingkan pemberian bahan pakan segar secara langsung.

Metode ini banyak diadopsi peternak karena relatif mudah diterapkan dan tidak memerlukan biaya besar.

Ibu Rina dan warga yang hadir dalam kegiatan ini menyambut positif inisiatif mahasiswa KKN, khususnya karena solusi yang ditawarkan dinilai sejalan dengan kebutuhan sehari-hari dan tidak menambah beban operasional yang berarti.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap dapat mendorong optimalisasi pemanfaatan limbah UMKM di Desa Gringging, sekaligus memberikan nilai tambah baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan bagi masyarakat setempat, sejalan dengan semangat pembangunan desa yang berkelanjutan.

 

 

Penulis: Effi Rizkia Maretania — Mahasiswa KKN Tim II Undip Desa Gringging

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA