Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 17 Desa Pidodo Kulon melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan bullying di MTs NU Darul Ulum Patebon pada Rabu, 13 Agustus 2025.
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada siswa tentang bahaya bullying serta diharapkan dapat menumbuhkan sikap saling menghargai di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa terlihat antusias mengikuti sesi interaktif. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan dari mahasiswa KKN mengenai definisi, bentuk, dan dampak bullying, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi dan tanya jawab.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan contoh-contoh nyata serta ajakan untuk membangun solidaritas antar teman, sehingga siswa dapat lebih mudah memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan bebas dari perundungan.
Salah satu siswi, Lulu Arifatul Hrida atau akrab disapa Iva, menyampaikan bahwa dirinya belum pernah mengalami maupun menyaksikan kasus bullying di sekolah.
Namun, ia menegaskan bahwa jika suatu saat melihat temannya dibully, ia akan merasa kasihan.
“Kalau dibully itu pasti sedih. Untungnya di sekolah ini nggak ada bullying,” ungkapnya.
Sementara itu, Muhammad Maulana Naufal Fairus atau Naufal, menyatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini sangat bermanfaat.
Menurutnya, banyak pelajaran yang bisa dipetik, terutama untuk berani melawan tindakan bullying.
“Dari materi tadi saya jadi tahu kalau bullying itu bahaya banget. Kita juga bisa menolong teman yang dibully,” ujarnya.
Lebih lanjut, Naufal mengaku pernah merasakan menjadi korban bullying.
Meski tidak sampai sakit hati, ia mengaku sempat merasa marah.
Pengalaman tersebut semakin menegaskan pandangannya bahwa bullying adalah perilaku yang harus dihentikan.
Koor Dikma (Pendidikan dan Keagamaan) Posko 17 KKN UIN Walisongo, Rahma Ardinitia, menjelaskan bahwa kegiatan ini diadakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
“Kami berharap melalui sosialisasi ini, siswa dapat lebih peduli dan berani menolak segala bentuk bullying,” tuturnya.
Dengan adanya kegiatan ini, para siswa diharapkan semakin peka terhadap perilaku perundungan dan mampu menjaga budaya saling menghormati antar teman.