Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar kegiatan Sosialisasi Pemberdayaan UMKM melalui Digitalisasi dan E-Commerce di Desa Rejosari, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, (20/5/26).
Kegiatan yang berlangsung di balai desa tersebut dihadiri oleh perangkat desa, pelaku UMKM, serta mahasiswa KKN.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Rejosari menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN yang telah menghadirkan program edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM desa.
Menurutnya, digitalisasi menjadi langkah penting untuk membantu perkembangan usaha masyarakat di tengah kemajuan teknologi saat ini.
Materi sosialisasi disampaikan oleh pemateri, Farijil Humam, mengenai pentingnya digitalisasi UMKM dan pemanfaatan platform digital sebagai sarana pemasaran usaha.

Dalam penyampaian materinya, ia menjelaskan bahwa media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube dapat dimanfaatkan sebagai media promosi untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan produk UMKM.
Farijil Humam juga menyampaikan bahwa promosi melalui media sosial memiliki banyak keuntungan, terutama dalam memperkenalkan usaha kepada masyarakat luas.
Menurutnya, usaha yang sebelumnya belum dikenal masyarakat dapat menjadi lebih dikenal setelah dipromosikan melalui media sosial.
“Keuntungan promosi di media sosial yaitu usaha yang awalnya belum diketahui banyak orang, akhirnya menjadi lebih dikenal masyarakat, bahkan oleh orang-orang di luar lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa promosi digital cenderung lebih murah dan praktis dibandingkan promosi secara konvensional. Selain itu, sistem penjualan online memudahkan konsumen untuk melakukan pembelian kapan saja tanpa terbatas waktu.
“Sistem penjualan online memudahkan pembeli karena bisa melakukan checkout kapan pun. Meskipun pembeliannya dilakukan tengah malam, tetap bisa diproses dan dilayani,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, pemateri juga menekankan pentingnya penggunaan QRIS bagi pelaku UMKM. Menurutnya, pembayaran digital kini menjadi kebutuhan masyarakat karena dinilai lebih praktis dan memudahkan transaksi.
Ia berharap para pelaku UMKM, termasuk usaha kecil sekalipun, mulai menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran agar lebih diminati konsumen.
“Sekarang banyak masyarakat yang lebih memilih berbelanja di tempat yang sudah menyediakan pembayaran QRIS karena lebih mudah dan praktis,” jelasnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan pemateri.
Para pelaku UMKM tampak antusias mengikuti kegiatan serta menyampaikan berbagai kendala yang mereka hadapi dalam pemasaran produk dan penggunaan media digital.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap para pelaku UMKM Desa Rejosari dapat lebih memahami pentingnya digitalisasi usaha serta mampu memanfaatkan media sosial, e-commerce, dan pembayaran digital untuk meningkatkan perkembangan usaha dan perekonomian masyarakat desa.






