Berita  

Bersama Warga, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Sukseskan Tradisi Sedekah Bumi Desa Ngelowetan

Kirab Budaya
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang bersama warga Desa Ngelowetan, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak sukses menggelar tradisi tahunan Sedekah Bumi dan Kirab Budaya

Jatengvox.com – Mahasiwa KKN Bersama masyarakat Desa Ngelowetan, Kabupaten Demak turut memeriahkan pelaksanaan Tradisi Sedekah Bumi dan Kirab Budaya, (10/5/2026).

Kegiatan tahunan yang menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat tersebut diselenggarakan sebagai ikhtiar dan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas rezeki, hasil bumi yang melimpah, serta harapan akan keselamatan dan keberkahan bagi seluruh warga desa.

Partisipasi aktif mahasiswa KKN dalam acara ini menunjukkan sinergi antara akademisi dan masyarakat dalam melestarikan kearifan lokal. Seluruh elemen desa tampak bahu-membahu mempersiapkan acara dengan penuh sukacita dan kebersamaan.

Rangkaian acara diawali dengan kirab budaya yang mengarak gunungan hasil bumi mengelilingi Desa Ngelowetan yang dimulai dari halaman Balai Desa.

Baca juga:  Pembinaan Pembuatan Proposal Pengajuan Alat D’Ozone kepada Warga Desa Candisari

Gunungan yang tersusun rapi berasal dari berbagai hasil pertaniah seperti sayur-sayuran, buah-buahan, makanan, serta sejumlah uang, yang menjadi simbol kemakmuran dan ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang diperoleh.

Prosesi pengarakan gunungan ini diiringi oleh bunyi-bunyian tradisional dan sorak sorai warga yang memadati sepanjang jalan desa. Setiap gunungan yang lewat di depan rumah warga disambut dengan doa dan harapan akan kesejahteraan bersama.

Keindahan dan kerapian gunungan menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi anak-anak yang antusias mengikuti rombongan kirab dari belakang.

Kirab budaya ini diikuti oleh para perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga yang semangat dan turut antusias memeriahkan jalannya acara.

Baca juga:  KKN UIN Walisongo Semarang Posko 41 Ikut Lestarikan Tradisi Macanan di Dusun Wirogomo

Suasana kekeluargaan begitu terasa ketika semua lapisan masyarakat berjalan bersama tanpa memandang perbedaan status atau usia.

Kemeriahan kirab ini pun menjadi momen yang dinantikan setiap tahun sebagai ajang berkumpul dan bersilaturahmi.

Kemeriahan Sedekah Bumi berlanjut pada malam hari dengan pagelaran wayang kulit yang berhasil menarik perhatian masyarakat dari berbagai kalangan. Pertunjukan seni tradisional ini menjadi sarana hiburan sekaligus media pelestarian budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan.

Sebagai penutup rangkaian acara, masyarakat disuguhkan pagelaran seni ketoprak yang menampilkan cerita penuh pesan moral dan kearifan budaya lokal.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Misi Khusus UIN Walisongo Gelar Gotong Royong di Masjid, Wujudkan Lingkungan yang Bersih dan Nyaman

Antusiasme masyarakat yang memadati area pertunjukan mencerminkan tingginya apreasiasi warga terhadap kesenian tradisional yang masih lestari hingga saat ini.

Melalui pelaksanaan Tradisi Sedekah Bumi, masyarakat Desa Ngelowetan tidak hanya mengungkapkan rasa syukur atas limpahan rezeki dan hasil bumi yang telah diberikan, tetapi juga mempererat tali persaudaraan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal.

Tradisi ini diharapkan dapat terus dilestarikan sebagai warisan budaya yang menjadi identitas desa dan tetap terjaga kelestariannya hingga generasi mendatang.

Pemerintah desa bersama tokoh adat dan generasi muda berkomitmen untuk menyusun program pembinaan seni budaya secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *