Mahasiswa KKN Tanamkan Nilai Anti-Bullying di SDN 1 dan 2 Gemuhblanten Melalui Media Pohon Ungkapan

waktu baca 3 menit
Kamis, 27 Agu 2026 21:00 7 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang menggelar sosialisasi anti-bullying di SDN 1 dan SDN 2 Gemuhblanten, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal. Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran siswa tentang bahaya perundungan serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.

Kegiatan sosialisasi yang berlangsung pada Rabu-Kamis, 26-27 Agustus 2026, itu menghadirkan metode interaktif yang disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar.

Para mahasiswa menyampaikan materi mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk perundungan, dampak yang ditimbulkan, serta cara mencegah dan menghadapi tindakan tersebut.

Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif agar mudah dipahami dan tidak menimbulkan kesan menggurui. Para siswa juga diajak memahami bahwa tindakan mengejek, mengucilkan, memberikan julukan yang tidak disukai, hingga melakukan kekerasan fisik tidak dapat dianggap sebagai candaan apabila menimbulkan rasa sakit atau ketidaknyamanan bagi orang lain.

Koordinator Divisi Pendidikan dan Keagamaan KKN Desa Gemuhblanten, Laila Taqiyyatul Hana, mengungkapkan bahwa pemilihan tema anti-bullying didasari oleh maraknya kasus perundungan di lingkungan pendidikan.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Ajak Siswa SD Pamriyan Cinta Budaya Lewat Tari dan Colour Fun

“Kami melihat bahwa anak-anak usia sekolah dasar sangat rentan menjadi korban maupun pelaku bullying, sering kali tanpa mereka sadari. Karena itu, kami ingin hadir memberikan pemahaman sejak dini, tidak hanya tentang apa itu bullying, tetapi juga bagaimana mereka bisa saling melindungi satu sama lain,” ujar Hana.

Salah satu kegiatan yang menjadi sorotan utama dalam sosialisasi ini adalah pembuatan media “Pohon Ungkapan”. Melalui media ini, para siswa diajak untuk menuliskan pengalaman, perasaan, maupun harapan mereka terkait tindakan bullying pada secarik kertas yang kemudian ditempelkan pada pohon simbolis.

Kegiatan ini menjadi sarana bagi siswa untuk berani mengungkapkan perasaan sekaligus memahami bahwa setiap orang memiliki pengalaman dan perasaan yang perlu dihargai.

Pohon ungkapan menjadi simbol keberanian untuk bersuara, media penyembuhan emosional, dan pengingat visual akan pentingnya empati serta dukungan sosial di lingkungan sekolah.

Baca juga:  Pemerintah Dorong Lulusan SMK Tembus Pasar Global Lewat Program Beasiswa

Beberapa siswa tampak menuliskan pengalaman mereka sebagai korban, saksi, maupun pelaku perundungan. Aktivitas tersebut terbukti efektif menciptakan ruang aman bagi siswa untuk jujur dengan perasaan mereka.

Bahkan, beberapa siswa terlihat meneteskan air mata saat menceritakan pengalaman dan perasaan mereka selama proses sosialisasi berlangsung.

Salah satu siswa SDN 2 Gemuhblanten, Zidan (10 tahun), mengaku terbantu dengan adanya kegiatan ini.

“Aku senang bisa menuliskan perasaanku di pohon ungkapan. Selama ini aku suka diejek teman karena kulitku hitam, tapi aku takut bilang ke ibu guru. Sekarang aku jadi tahu bahwa itu bukan salahku dan aku berani cerita,” tutur Zidan dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu, Bagus (11 tahun), siswa SDN 1 Gemuhblanten, mengungkapkan pengalamannya sebagai saksi perundungan.

“Aku sering melihat temanku dijauhi karena katanya beda. Aku ikut diam karena takut dijauhi juga. Tapi setelah kegiatan ini, aku sadar kalau diam saja sama saja membantu teman yang jahat. Mulai sekarang aku mau berani membela teman,” ungkap Bagus.

Baca juga:  Nusantara Halal Bihalal Gathering di Tebet: Momen Silaturahmi Lebih Hangat di TMG Hotel Tebet Jakarta

Pihak SDN 1 dan SDN 2 Gemuhblanten menyambut baik pelaksanaan sosialisasi anti-bullying yang diberikan mahasiswa KKN.

Menurut pihak sekolah, edukasi mengenai perundungan penting diberikan sejak dini agar siswa memahami batas antara candaan dan tindakan yang dapat menyakiti orang lain.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKN berharap edukasi anti-bullying tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata. Para siswa diharapkan mampu mengenali tindakan bullying, berani mencari bantuan, serta ikut menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua.

Selain itu, mahasiswa KKN juga berupaya menanamkan nilai empati, kepedulian, toleransi, dan sikap saling menghargai kepada siswa sekolah dasar.

Edukasi anti-bullying ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan.

Kegiatan sosialisasi anti-bullying di SDN 1 dan SDN 2 Gemuhblanten ini merupakan salah satu program kerja KKN yang bertujuan membangun kepedulian sosial dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman bagi siswa, serta mendorong siswa berani menyampaikan perasaan dan pengalaman yang mereka alami.

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA