Jatengvox.com – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 74 Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan penguatan bisnis sosial melalui pemanfaatan dan penjualan hasil budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) di TPS3R RW 02, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, pada 21 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menunjukkan bahwa pengelolaan sampah organik tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Program ini merupakan lanjutan dari kegiatan budidaya maggot BSF yang sebelumnya telah dilakukan di TPS3R RW 02.
Sampah organik yang terkumpul dimanfaatkan sebagai pakan maggot hingga akhirnya menghasilkan maggot yang siap dipanen dan memiliki nilai jual sebagai pakan alternatif untuk unggas maupun ikan.
Pada kegiatan ini, Tim KKN-T 74 memanen maggot yang telah dibudidayakan, kemudian menyiapkannya sebagai produk siap jual.
Selanjutnya, tim melakukan pengenalan produk kepada masyarakat sekaligus memberikan edukasi mengenai manfaat maggot sebagai pakan yang kaya protein, lebih ekonomis, dan berasal dari hasil pengolahan sampah organik.

Sebagai langkah awal untuk melihat potensi pasar, tim menawarkan hasil panen maggot kepada masyarakat sekitar, termasuk kepada Kelompok Tani Purwosari.
Kegiatan ini menjadi uji coba penjualan pertama (one-time trial) untuk mengetahui minat masyarakat terhadap produk maggot sekaligus membuktikan bahwa hasil pengolahan sampah organik memiliki peluang pasar di lingkungan sekitar.
Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan konsep circular economy kepada masyarakat. Melalui konsep tersebut, sampah organik yang sebelumnya tidak bernilai diolah menjadi maggot, kemudian maggot dapat dijual kembali sehingga menciptakan siklus ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan cara ini, pengelolaan sampah tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Program penguatan bisnis sosial ini melibatkan Tim KKN-T 74 Universitas Diponegoro bersama masyarakat Kelurahan Purwosari.
Salah satu warga yang membeli hasil panen maggot adalah istri Bapak Marzuki yang memanfaatkan maggot sebagai pakan. Keterlibatan masyarakat sebagai pembeli menunjukkan adanya potensi pasar lokal yang dapat mendukung keberlanjutan budidaya maggot di wilayah tersebut.
Pelaksanaan kegiatan dipusatkan di TPS3R RW 02 karena lokasi tersebut telah memiliki fasilitas pengelolaan sampah organik dan budidaya maggot.
Selain itu, lokasi ini juga merupakan salah satu wilayah pelaksanaan program KKN-T 74 Universitas Diponegoro yang berfokus pada pengembangan pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat.
Dari kegiatan ini, Tim KKN-T 74 berhasil menjual hasil panen maggot kepada masyarakat sekitar sekaligus memperkenalkan maggot sebagai produk yang memiliki nilai ekonomi. Uji coba penjualan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun pasar lokal sehingga budidaya maggot di Kelurahan Purwosari dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Ketua Kelompok II KKN-T 74 Universitas Diponegoro, Salsabillah, menyampaikan bahwa peluang pengembangan maggot di Purwosari cukup besar.
“Maggot ini potensinya besar di Purwosari. Jadi bukan cuma soal sampah organiknya yang terurai, tapi pasarnya juga sudah ada di depan mata. Warga di sini banyak yang beternak unggas dan ikan, belum lagi ada usaha pemancingan yang lumayan besar. Itu bisa banget diajak kerja sama untuk penjualan maggotnya,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Tim KKN-T 74 Universitas Diponegoro berharap masyarakat semakin melihat bahwa sampah organik tidak harus berakhir menjadi limbah. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
Penulis: Tim Publikasi KKN-T 74 Universitas Diponegoro
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar