Berita  

Mahasiswa KKN 13 UPGRIS Kenalkan Inovasi Lilin Aromaterapi dari Limbah Rumah Tangga

Aromaterapi

Jatengvox.com – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 13 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melaksanakan kegiatan penyuluhan dan praktik pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah, yang dilaksanakan di Balai RW 12 Sebantengan, Kelurahan Ungaran pada Minggu, 21 September 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKN yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan limbah rumah tangga serta menciptakan produk ramah lingkungan yang memiliki nilai ekonomi. Acara ini diikuti oleh masyarakat setempat dengan antusias dan partisipasi aktif.

Dalam sesi penyuluhan, mahasiswa KKN memberikan penjelasan mengenai bahaya pembuangan minyak jelantah ke lingkungan, serta potensi pengolahan minyak bekas tersebut menjadi lilin aromaterapi yang aman dan bernilai guna.

Baca juga:  KKN UPGRIS Kelompok 38 Ikut Meriahkan Kirab Budaya Kecamatan Tuntang 2025

Masyarakat dikenalkan pada manfaat lilin aromaterapi, seperti meningkatkan relaksasi, memperbaiki suasana hati, dan sebagai alternatif penerangan alami.

Materi yang disampaikan meliputi:

  • Proses penyaringan minyak jelantah agar layak digunakan kembali

  • Bahan tambahan yang digunakan dalam pembuatan lilin aromaterapi (seperti lilin parafin/gel, pewarna, dan minyak esensial)

  • Teknik pencampuran bahan, pencetakan, dan pengemasan produk

Setelah sesi pemaparan materi, peserta diajak untuk mempraktikkan langsung proses pembuatan lilin aromaterapi secara berkelompok.

Dengan bimbingan dari mahasiswa KKN, warga berhasil menghasilkan lilin dengan aroma seperti lavender, jasmine, dan kopi.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 5 Dampingi Santri TPQ di Kaligawe, Kelurahan Susukan

Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan keterampilan baru, tetapi juga membuka peluang usaha kecil berbasis limbah rumah tangga.

Masyarakat RW 12 Sebantengan menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan harapan agar pelatihan serupa dapat dilaksanakan secara berkala.

Mereka juga tertarik untuk mengembangkan keterampilan ini menjadi produk UMKM yang bernilai jual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *