Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Program Studi Kimia Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program sosial kemasyarakatan berupa edukasi sains melalui eksperimen gunung berapi mini kepada siswa kelas 5 SDN Karangrejo pada 21 Juli 2026.
Kegiatan ini bertujuan mengenalkan konsep dasar kimia melalui percobaan sederhana yang menyenangkan serta meningkatkan minat siswa terhadap pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran IPA di sekolah dasar yang masih banyak dilakukan melalui penyampaian teori sehingga kesempatan siswa untuk melakukan percobaan secara langsung masih terbatas.

Melalui kegiatan eksperimen sederhana, siswa dapat memahami konsep sains dengan cara yang lebih menarik dan interaktif.
Eksperimen gunung berapi mini dipilih karena menggunakan bahan yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari serta mampu menggambarkan fenomena reaksi kimia secara sederhana.
Sasaran kegiatan ini adalah siswa kelas 5 SDN Karangrejo karena pada tingkat tersebut siswa telah mempelajari materi IPA mengenai perubahan zat, pencampuran bahan, serta fenomena alam.
Dengan bekal pengetahuan tersebut, siswa lebih mudah memahami konsep dasar di balik percobaan gunung berapi mini.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan pengenalan awal mengenai gunung berapi dan menjelaskan tujuan eksperimen.
Selanjutnya, siswa diajak mengamati proses pembuatan gunung berapi mini menggunakan botol plastik yang dihias menyerupai gunung.
Percobaan dilakukan dengan mencampurkan baking soda (natrium bikarbonat / NaHCO₃) dan cuka (asam asetat / CH₃COOH) yang menghasilkan busa menyerupai letusan gunung berapi.
Reaksi tersebut merupakan reaksi asam–basa sederhana yang menghasilkan gas karbon dioksida (CO₂).
Gas yang terbentuk kemudian terperangkap oleh sabun cair sehingga menghasilkan busa yang terdorong keluar dari botol dan memberikan efek seperti lava yang keluar saat gunung berapi meletus.
Secara kimia, reaksi yang terjadi dapat dituliskan sebagai berikut:
NaHCO₃ + CH₃COOH → CH₃COONa + H₂O + CO₂
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya melihat fenomena “letusan” secara langsung, tetapi juga mendapatkan pemahaman bahwa suatu perubahan dapat terjadi akibat adanya reaksi antar zat.
Selain demonstrasi eksperimen, kegiatan juga dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan kuis singkat untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan.
Wardah Alfa Syahra selaku mahasiswa pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa eksperimen sederhana seperti gunung berapi mini dapat menjadi media pembelajaran yang menarik bagi siswa.
“Melalui eksperimen sederhana seperti gunung berapi mini, siswa dapat melihat langsung bagaimana reaksi kimia terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Saya berharap kegiatan ini dapat membuat siswa memahami bahwa kimia tidak hanya berupa teori, tetapi juga dapat ditemukan dalam berbagai fenomena menarik di sekitar mereka,” ujar Wardah.
Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif mengikuti proses eksperimen, mengajukan pertanyaan, serta berpartisipasi dalam sesi diskusi.
Adapun hambatan yang ditemui yaitu beberapa siswa terlalu antusias saat demonstrasi berlangsung sehingga diperlukan pengondisian agar kegiatan tetap berjalan dengan tertib.
Melalui program sosial kemasyarakatan ini, mahasiswa KKN Program Studi Kimia berhasil menghadirkan pembelajaran berbasis praktik yang dapat menjadi media alternatif bagi sekolah dalam mengenalkan konsep sains.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk penerapan ilmu kimia dalam pengabdian kepada masyarakat serta upaya menumbuhkan rasa ingin tahu siswa terhadap fenomena sains di lingkungan sekitar.
Penulis: Wardah Alfa Syahra – Mahasiswa Kimia KKN Desa Karangrejo
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar