Langkah Nyata Mahasiswa KKN UPGRIS dalam Melestarikan Tradisi Nyadran Desa Leyangan

Minggu, 8 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Tradisi Nyadran merupakan salah satu warisan budaya Jawa yang hingga kini masih dilestarikan oleh masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Tengah.

Berasal dari kata sraddha dalam bahasa Sanskerta yang bermakna keyakinan, Nyadran diwujudkan melalui rangkaian kegiatan doa bersama dan pembersihan makam sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur.

Pelaksanaan tradisi Nyadran di Makam Damai Perumahan Bukit Leyangan Damai, Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berlangsung pada Minggu, 8 Februari 2026.

Kegiatan ini melibatkan masyarakat dari RW 08, 09, 10, dan 11, serta diikuti oleh anggota Pawarti Sasono Langgeng dan warga dari beberapa perumahan di sekitarnya.

Rangkaian kegiatan Nyadran telah dimulai sejak 1 Februari 2026 dengan kerja bakti pembersihan area makam yang dilakukan secara gotong royong oleh warga.

Baca juga:  Risma Ardhi Chandra Resmi Jalankan Tugas sebagai Plt Bupati Pati

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ziarah bersama ke makam sesepuh dan punden Desa Leyangan. Pada 5 Februari 2026, warga melakukan pengumpulan amplop arwah yang selanjutnya didoakan bersama di Masjid Baitussyukur.

Rangkaian acara berlanjut pada 7 Februari 2026 dengan pelaksanaan dzikir, Maulid Rasul, serta kirim doa untuk para leluhur di Masjid Baitussyukur RW 08. Puncak kegiatan dilaksanakan pada 8 Februari 2026 melalui prosesi Nyadran di Makam Damai.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) turut terlibat secara langsung membantu jalannya kegiatan.

Kehadiran mahasiswa KKN mendapat sambutan positif dari masyarakat karena mampu mempercepat proses kegiatan sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian generasi muda terhadap pelestarian budaya lokal.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Bersama KWT Kedungsari Kembangkan Demplot Pertanian Inovatif

Koordinator Desa mahasiswa KKN UPGRIS Desa Leyangan, Ahmad Musthofa, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan Nyadran merupakan bentuk tanggung jawab generasi muda dalam menjaga warisan budaya Jawa agar tetap lestari.

Ia berharap tidak hanya tradisi Nyadran, tetapi juga berbagai kegiatan kebudayaan lainnya dapat terus dilestarikan dan dijaga bersama oleh generasi muda.

Ketua Pawarti Sasono Langgeng, Sugiyarto, mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme warga yang sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan ini. Menurutnya, pelaksanaan Nyadran mampu mempererat kebersamaan dan kerukunan antarwarga.

Ia juga berharap agar masyarakat ke depan tetap menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian, serta terus berpartisipasi aktif dalam pelestarian tradisi Nyadran dari tahun ke tahun.

Baca juga:  Ratusan ASN Dilantik di Jateng, Dua Guru Difabel Jadi Sorotan karena Kisah Inspiratifnya

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan Nyadran, Ardi, menilai tradisi Nyadran sebagai bentuk nyata nguri-uri budaya sekaligus ungkapan rasa hormat dan terima kasih kepada orang tua serta para leluhur. Ia bersyukur seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan khidmat, lancar, dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Harapannya, tradisi Nyadran dapat terus dilaksanakan secara istiqomah dan membawa keberkahan bagi seluruh warga.

Melalui tradisi Nyadran, masyarakat tidak hanya diajak untuk mendoakan para leluhur dan mengingat hakikat kehidupan, tetapi juga menumbuhkan nilai kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Menteri PPPA Arifah Fauzi Tegaskan Pentingnya SIMFONI PPA Versi 3 dalam Penanganan Kekerasan
Perlindungan Anak di Ruang Digital Mendesak Jadi Prioritas Nasional, KPPPA Angkat Alarm Bahaya
Kemkomdigi Dorong Operator Seluler Perkuat Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Berbasis AI
Proteksionisme Global Menguat di 2026, Mendag Siapkan Tiga Strategi Jaga Perdagangan Indonesia
Kapolri Terima Audiensi MUI, Perkuat Sinergi Jaga NKRI hingga Dukung Indonesia Emas 2045
Kepala Desa Banyumas Sampaikan Aspirasi ke Gubernur Jateng, dari Bankeu hingga Relokasi Puskesmas
BP Taskin–Komdigi Perkuat Sistem Digital, Arahkan Bansos Lebih Tepat Sasaran
Bansos Cair Februari 2026, Ini Daftar Bantuan dan Cara Cek Penerimanya

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:03 WIB

Langkah Nyata Mahasiswa KKN UPGRIS dalam Melestarikan Tradisi Nyadran Desa Leyangan

Minggu, 8 Februari 2026 - 06:29 WIB

Menteri PPPA Arifah Fauzi Tegaskan Pentingnya SIMFONI PPA Versi 3 dalam Penanganan Kekerasan

Sabtu, 7 Februari 2026 - 12:40 WIB

Perlindungan Anak di Ruang Digital Mendesak Jadi Prioritas Nasional, KPPPA Angkat Alarm Bahaya

Sabtu, 7 Februari 2026 - 09:40 WIB

Kemkomdigi Dorong Operator Seluler Perkuat Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Berbasis AI

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:02 WIB

Kapolri Terima Audiensi MUI, Perkuat Sinergi Jaga NKRI hingga Dukung Indonesia Emas 2045

Berita Terbaru