Koperasi Turun Tangan Pulihkan Dampak Bencana di Sumatra, Kemenkop Siapkan Skema Pemulihan Berkelanjutan

Sabtu, 3 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) menegaskan peran strategis koperasi dalam proses pemulihan ekonomi dan sosial pasca bencana.

Tidak hanya sebagai lembaga usaha, koperasi juga didorong menjadi simpul solidaritas dan penggerak pemulihan di tengah masyarakat terdampak.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Gerakan Koperasi Peduli Bencana, yang saat ini difokuskan pada wilayah Sumatra.

Sejumlah daerah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat tercatat mengalami dampak bencana yang signifikan, termasuk pada aktivitas dan keberlangsungan koperasi setempat.

Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono mengungkapkan, bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra Utara saja telah menyebabkan kerugian koperasi mencapai Rp37,72 miliar.

Baca juga:  Polres Banjarnegara Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H dengan Doa Bersama

Kerugian tersebut berasal dari rusaknya aset usaha, terhambatnya distribusi, hingga berhentinya aktivitas ekonomi anggota koperasi.

Tak hanya itu, terdapat sembilan koperasi mitra Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang ikut terdampak dengan total kerugian mencapai Rp20,66 miliar.

Rinciannya, lima koperasi berada di Aceh dan empat koperasi lainnya di Sumatra Utara.

“Kondisi ini tentu membutuhkan langkah cepat dan terukur agar koperasi bisa kembali bangkit dan beroperasi,” ujar Ferry, Sabtu (3/1/2025).

Sebagai respons, Kemenkop bersama LPDB menetapkan kebijakan restrukturisasi pembiayaan bagi koperasi terdampak bencana.

Kebijakan ini mencakup pemberian masa tenggang pembayaran (grace period) serta perpanjangan tenor pembiayaan hingga 60 bulan.

Baca juga:  Menbud Gaungkan Gerakan Indonesia Waves untuk Dorong Diplomasi dan Ekonomi Kreatif

Langkah tersebut diharapkan memberi ruang napas bagi koperasi agar dapat menata kembali usahanya tanpa terbebani kewajiban finansial dalam kondisi darurat.

Selain itu, Kemenkop dan LPDB juga akan melakukan pemantauan berkelanjutan guna memastikan koperasi tetap bertahan dan kembali produktif dalam jangka menengah hingga panjang.

Tak berhenti pada aspek pembiayaan, Kemenkop juga menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui Gerakan Koperasi Peduli Bencana Sumatra.

Bantuan yang diberikan mencakup kebutuhan dasar masyarakat terdampak, mulai dari perlengkapan kebersihan, toilet portabel, alat penyulingan air, hingga kebutuhan khusus seperti makanan bayi, mainan anak, mushaf Al-Qur’an, dan kain kafan.

Total donasi yang berhasil dihimpun dari gerakan ini mencapai Rp1,86 miliar.

Baca juga:  Kemenag Terbitkan KMA 714/2025, Atur Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal Hingga ke Daerah

Sebagai tindak lanjut pemulihan, Kemenkop akan membantu pendirian posko distribusi bantuan di Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah, dan Agam.

Posko ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat logistik, tetapi juga sebagai tempat konsolidasi untuk mengaktifkan kembali kegiatan usaha koperasi, termasuk penyediaan kebutuhan bagi hunian sementara.

Menkop Ferry menekankan pentingnya pendataan pasca bencana yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pemulihan.

Menurutnya, data yang presisi akan mempercepat proses rekonsiliasi, penyaluran bantuan, serta pemulihan usaha koperasi secara tepat sasaran.

“Basis data yang kuat akan menentukan keberhasilan pemulihan koperasi dan ekonomi masyarakat secara keseluruhan,” jelasnya.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Cuaca Ekstrem Dini Hari, Jalur Kereta Pantura Sempat Terganggu
Kementerian PKP Pimpin Pemulihan Permukiman Pascabencana di Sumatra
Isra Mikraj 1447 H, Menag Tekankan Salat sebagai Pondasi Akhlak dan Kesadaran Ekologis
KPK Ingatkan Risiko Korupsi Penugasan Khusus Pertamina dalam Kerja Sama Energi dengan AS
RUU Penanggulangan Disinformasi Disorot DPR, Komisi I Minta Pemerintah Lebih Terbuka
Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana
Jawa Tengah Tancap Gas Menuju Swasembada Pangan 2026, Ini Strategi Besarnya
Darurat Sampah Nasional Ditetapkan, Pemerintah Dorong Peran Aktif Daerah dan DPRD

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:28 WIB

Cuaca Ekstrem Dini Hari, Jalur Kereta Pantura Sempat Terganggu

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:18 WIB

Kementerian PKP Pimpin Pemulihan Permukiman Pascabencana di Sumatra

Jumat, 16 Januari 2026 - 08:42 WIB

Isra Mikraj 1447 H, Menag Tekankan Salat sebagai Pondasi Akhlak dan Kesadaran Ekologis

Jumat, 16 Januari 2026 - 06:15 WIB

KPK Ingatkan Risiko Korupsi Penugasan Khusus Pertamina dalam Kerja Sama Energi dengan AS

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:12 WIB

Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana

Berita Terbaru