Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 1 Tim 120 Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program Pembuatan Peta Rantai Pasok UMKM Batik Sarwidi di Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten.
Program ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui penguatan dan pengembangan UMKM lokal.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (13/8) oleh mahasiswa Kelompok 1 KKN-T Tim 120 ini bertujuan untuk memetakan alur rantai pasok UMKM Batik Sarwidi dengan mengidentifikasi berbagai tahapan yang terdapat dalam proses produksi batik, mulai dari penyediaan bahan baku, proses pembuatan, pengolahan hingga menjadi produk siap jual.
Hasil pemetaan kemudian diwujudkan dalam bentuk media visual berupa peta rantai pasok UMKM Batik Natural Sarwidi.
Media tersebut menampilkan perjalanan produk secara runtut sehingga konsumen dapat memperoleh informasi mengenai proses yang dilalui sebelum sebuah produk batik sampai kepada mereka.
Pemetaan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai alur kegiatan usaha serta menjadi dasar untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Peta rantai tersebut memuat informasi dalam 2 bahasa yakni, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.
Dengan ini informasi mengenai perjalanan Batik Sarwidi diharapkan dapat menjangkau wisatawan domestik maupun mancanegara.
Kehadiran media tersebut juga menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Kelompok 1 KKN-T Tim 120 dalam mendukung pengembangan UMKM dan memperkenalkan potensi batik lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
Penyajian informasi melalui media visual ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan ketertarikan konsumen terhadap produk Batik Natural Sarwidi.
Dengan mengetahui proses di balik pembuatan batik, konsumen tidak hanya mengenal produk dari hasil akhirnya, tetapi juga memahami proses dan nilai yang terdapat di dalamnya.
Informasi mengenai perjalanan produk dapat memberikan pengalaman yang lebih informatif dan bermakna sekaligus menjadi nilai tambah dalam memperkenalkan produk Batik Sarwidi kepada masyarakat.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Tim 120 Universitas Diponegoro berharap peta rantai pasok yang telah dibuat dapat memberikan manfaat bagi UMKM Batik Sarwidi dalam menyampaikan informasi kepada konsumen sekaligus memperkuat daya tarik produk batik lokal.
Penulis: Tim KKNT Undip Kelompok 1 Tim 120
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar