Jatengvox.com – Tim KKN yang bertugas di Desa Karanganom, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, menggelar sosialisasi program multidisiplin bertema “Optimalisasi Pengelolaan Sampah di Desa Karanganom” kepada perangkat desa setempat, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program kerja tim yang beranggotakan sepuluh mahasiswa lintas disiplin ilmu.
Dalam sosialisasi tersebut, Safira Naya Aurelia, mahasiswa Program Studi Matematika, Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro, memaparkan kajian kuantitatif berbasis pendekatan matematis untuk memproyeksikan timbulan sampah harian sekaligus mengestimasi kebutuhan frekuensi pembakaran pada insinerator komunal desa.
Kajian ini didasarkan pada rumus baku Q = P × q, yaitu perhitungan total timbulan sampah berdasarkan jumlah penduduk dan rata-rata timbulan sampah per kapita.
Perhitungan tersebut mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI 19-3983-1995) mengenai besaran timbulan sampah per kapita untuk kategori rumah permanen.

Kategori tersebut dipilih berdasarkan hasil observasi lapangan selama dua minggu yang menunjukkan bahwa rumah permanen mendominasi wilayah Desa Karanganom.
Dengan jumlah penduduk Desa Karanganom pada 2025 tercatat sebanyak 2.084 jiwa, hasil proyeksi menunjukkan total timbulan sampah harian berkisar 4.689–5.210 liter per hari atau 729,4–833,6 kilogram per hari.
Berdasarkan kapasitas pembakaran insinerator komunal desa yang turut dirancang dan disiapkan oleh tim KKN sebesar 75 liter, kebutuhan tersebut secara teoritis setara dengan frekuensi pembakaran sekitar 63–70 kali per hari, atau satu kali pembakaran setiap 21–23 menit apabila seluruh timbulan sampah harian dibakar tanpa pemilahan terlebih dahulu.
Kajian juga dilengkapi dengan analisis sensitivitas terhadap jumlah penduduk dan satuan timbulan sampah per kapita. Hasilnya menunjukkan bahwa perubahan pada kedua parameter tersebut akan memengaruhi jumlah timbulan sampah secara proporsional.
Kajian ini disusun dengan kelompok sasaran perangkat desa sebagai pengambil kebijakan dan perencana, dengan luaran berupa modul yang mencakup proyeksi timbulan sampah desa, estimasi frekuensi pembakaran berdasarkan kapasitas insinerator, analisis sensitivitas, serta rekomendasi jadwal pengelolaan sampah.
“Harapannya, model sederhana ini bisa membantu perangkat desa punya gambaran konkret soal beban sampah harian dan kapan idealnya insinerator dioperasikan, sehingga pengelolaannya lebih terjadwal dan efisien.” ujar Safira Naya Aurelia.
Program ini merupakan salah satu dari beberapa tema multidisiplin yang diusung Tim KKN Desa Karanganom, dan diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan bagi perangkat desa dalam menyusun kebijakan pengelolaan sampah yang lebih terukur ke depannya.
Penulis: Safira Naya Aurelia, Tim II KKN Undip Desa Karanganom 2026
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar