Jatengvox.com – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan program kerja sosialisasi dan penyediaan informasi pengelolaan sampah melalui pemanfaatan mesin insinerator sederhana pembakar sampah minim asap.
Kegiatan ini bertempat di Aula Balai Desa Karanganom, Kecamatan Kandeman, dan dilaksanakan pada Jumat, 7 Agustus 2026, pukul 14.00–16.00 WIB.
Program ini merupakan bagian dari tema multidisiplin I, yaitu “Optimalisasi Pengelolaan Sampah di Desa Karanganom” yang bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai jenis sampah yang dapat diolah.
Program ini diinisiasi sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman serta kesadaran warga mengenai pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah rumah tangga yang baik dan benar.
Selama ini, sampah warga umumnya dibakar tanpa memperhatikan jenis maupun dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan.
Dengan menyasar warga Desa Karanganom, program ini menghadirkan mesin insinerator sederhana yang mampu membakar sampah dengan asap yang minim sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai jenis sampah yang dapat dan tidak dapat diolah menggunakan alat tersebut.
Penanggung jawab program, Fadzilatul Falah, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Program Studi Sastra Indonesia, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang bagi warga desa.
“Kami melihat pengelolaan sampah di Desa Karanganom masih menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam hal pemilahan sampah sebelum dibakar. Karena itu, melalui program ini kami memberikan himbauan sekaligus informasi kepada warga tentang pentingnya pemilahan sampah sebelum diolah menggunakan mesin insinerator, sehingga proses pembakaran dapat berlangsung lebih maksimal, aman, dan minim asap,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai jenis-jenis sampah serta cara kerja mesin insinerator sederhana pembakar sampah minim asap.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penjelasan interaktif mengenai sampah yang dapat dan tidak dapat diolah menggunakan mesin tersebut, serta sesi tanya jawab bersama warga yang hadir.
Sebagai penunjang pemahaman warga, mahasiswa juga membagikan leaflet berisi panduan pengelolaan sampah menggunakan mesin insinerator sederhana.
Leaflet tersebut memuat informasi mengenai jenis sampah yang boleh atau disarankan untuk dibakar, seperti sampah kering dan bukan bahan berbahaya, serta jenis sampah yang tidak boleh atau tidak disarankan untuk dibakar melalui mesin insinerator, seperti sampah basah, sampah medis, dan bahan kimia berbahaya yang berpotensi menghasilkan asap lebih banyak serta zat beracun.
Dengan adanya leaflet ini, warga diharapkan dapat mengingat dan menerapkan kembali pemilahan sampah secara mandiri meskipun kegiatan sosialisasi telah usai.
Meski demikian, pelaksanaan sosialisasi ini masih menemui sejumlah kendala. Pemahaman masyarakat mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah masih perlu terus dikembangkan melalui pendampingan yang berkelanjutan, sementara waktu pelaksanaan sosialisasi yang singkat membuat penyampaian informasi belum dapat menjangkau warga secara menyeluruh. Jumlah masyarakat yang mengikuti kegiatan pun tercatat masih terbatas.
Kepala Desa Karanganom, Tarsono, menyambut baik pelaksanaan program ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada tim KKN Undip yang telah menginisiasi program ini. Program ini menjadi salah satu solusi atas persoalan pengelolaan sampah yang selama ini menjadi permasalahan utama di desa kami. Selama ini, desa kami memang belum memiliki Tempat Pembuangan Sementara (TPS) maupun petugas pengangkut sampah rutin, sehingga warga terbiasa membakar sampah di lahan kosong secara terbuka, bahkan sebagian kecil membuangnya ke aliran sungai. Dengan adanya insinerator ini, kami berharap persoalan mendasar tersebut dapat mulai teratasi,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa melengkapi media informasi yang telah dibagikan dengan poster panduan pengelolaan sampah yang dipasang di samping alat insinerator, agar informasi mengenai jenis sampah yang layak diolah menggunakan insinerator dapat terus diingat warga.
Selain itu, mahasiswa juga akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak desa terkait pemanfaatan dan pemeliharaan mesin insinerator agar keberlanjutan program dapat terjaga.
Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama warga dan perangkat desa. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN dalam mendukung optimalisasi pengelolaan sampah di Desa Karanganom, sejalan dengan tema multidisiplin yang diusung kelompok.
Penulis/Reporter: Fadzilatul Falah, Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Diponegoro, Tim II KKN Undip Desa Karanganom, Kandeman, Batang
Editor: Murni Anggita
Fotografer: Haura Athiyyah
Kontak Media/Humas Kelompok: Ig: @kknkaranganombatang
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar