KKN-T Undip Periksa Kualitas Air Sendang untuk Dukung Pengelolaan Sumber Air Berkelanjutan

waktu baca 2 menit
Kamis, 30 Jul 2026 20:30 6 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro melaksanakan pemeriksaan kualitas air Sendang Kemantren di RW 07, Kelurahan Mijen, Kota Semarang, pada Juli 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk pemantauan kondisi air yang masih dimanfaatkan masyarakat, khususnya untuk kegiatan pengairan kebun kopi dan budidaya ikan tawar. 

Sendang merupakan salah satu sumber daya lingkungan yang bermanfaat bagi masyarakat di sekitar terutama kelompok tani.

Pemanfaatan sendang tersebut menjadikan kualitas air sebagai aspek yang perlu diperhatikan untuk menjaga keberlanjutan fungsi sendang.

Mahasiswa berupaya memberikan informasi mengenai kondisi air berdasarkan hasil pengukuran parameter kualitas air yang dilakukan secara langsung di lokasi.

Pengukuran dilakukan dengan mengukur sejumlah parameter fisik dan kimia perairan, meliputi suhu, salinitas, pH, dissolved oxygen (DO), total dissolved solids (TDS), amonia, nitrat, dan nitrit. Pengukuran dilakukan untuk mengetahui kondisi kualitas air pada saat pemeriksaan sekaligus untuk mengkategorikan peruntukannya.

Berdasarkan hasil pengukuran, air sendang memiliki suhu sebesar 23,34°C, pH 6,23, salinitas 0,00‰, DO 1,2 mg/L, dan TDS 35 mg/L.

Baca juga:  Apa Itu Pollustop dan Perannya dalam Melindungi Kulit Bayi?

Hasil pengukuran parameter kimia menunjukkan kadar amonia sebesar 0,00 mg/L, nitrat 10 mg/L, dan nitrit 0,00 mg/L. Hasil tersebut dibandingkan dengan nilai acuan kualitas air yang digunakan dalam kegiatan pemeriksaan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kondisi setiap parameter memiliki karakteristik yang berbeda. Nilai pH dan TDS masih berada dalam rentang nilai acuan yang digunakan, sedangkan nilai DO sebesar 1,2 mg/L berada di bawah nilai minimum yang dipersyaratkan untuk Kelas III.

Hasil tersebut merupakan informasi penting, terutama kondisi oksigen terlarut dalam air merupakan salah satu parameter yang berkaitan dengan kondisi perairan dan pemanfaatannya untuk budidaya ikan.

Baca juga:  Tak Sekadar Hadiah, PDAM Tirta Moedal Bangun Kedekatan dengan Pelanggan Premium

Kualitas air tidak bersifat tetap dan dapat mengalami perubahan akibat berbagai faktor, seperti perubahan musim, curah hujan, aktivitas masyarakat, serta kondisi lingkungan di sekitar sumber air.

Pemantauan secara berkala disarankan untuk dilakukan agar perubahan kualitas air dapat diketahui dan menjadi dasar dalam menentukan upaya pengelolaan selanjutnya.

Ketua Kelompok Tani menyampaikan bahwa keberadaan plang kualitas air membantu masyarakat mengetahui kondisi air sekaligus memahami pemanfaatannya.

“Dengan adanya plang kualitas air ini, kami jadi tahu kondisi airnya dan tahu air ini bisa digunakan untuk apa saja,” ujarnya.

Baca juga:  Tingkatkan Standar Trainer di Indonesia, KLTC® Gelar Program Pendidikan dan Pelatihan Khusus Profesi Trainer (PPKPT)

Pengukuran kualitas air sendang tersebut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 6, yaitu Air Bersih dan Sanitasi Layak, melalui peningkatan pemantauan dan kesadaran masyarakat terhadap kondisi sumber daya air.

Informasi hasil pengukuran diharapkan dapat menjadi data awal bagi masyarakat dalam memahami kondisi air sendang sekaligus mendorong upaya menjaga keberlanjutan sumber air dan lingkungan di sekitarnya.

 

 

Penulis: Jagad Pangestu, Tim KKN-T UNDIP

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA