Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 40 Universitas Diponegoro (UNDIP) di Desa Kemambang turut melakukan identifikasi potensi wilayah di Dusun Puwono, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menggali sekaligus memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki dusun tersebut kepada masyarakat luas.
Dusun Puwono yang berada di kawasan perbukitan dengan udara sejuk ini menyimpan kekayaan potensi alam, budaya, serta usaha masyarakat yang berkembang secara berkelanjutan.
Salah satu potensi unggulannya adalah Sitaring (Singgahan Tanah Miring), destinasi wisata alam yang lahir dari inisiatif warga bersama pemerintah desa sejak tahun 2018 di atas lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.
Dari kawasan Sitaring yang berada di ketinggian sekitar 1.150 meter di atas permukaan laut ini, pengunjung dapat menikmati hamparan Danau Rawa Pening, megahnya Gunung Ungaran, hingga panorama citylight saat malam hari.
Selain menjadi lokasi favorit untuk menikmati sunrise maupun sunset, Sitaring juga menyediakan area berkemah, gazebo, musala, toilet, area parkir, coffee shop, hingga homestay yang turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga.
“Kehadiran mahasiswa KKN-T IDBU 40 Universitas Diponegoro memberikan kesan yang sangat baik bagi masyarakat Dusun Puwono. Selain dapat berbaur dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa juga turut mengenali berbagai potensi yang ada di dusun ini, baik dari sisi wisata, UMKM, maupun kegiatan sosial dan budaya. Program-program yang dilaksanakan juga memberikan dukungan terhadap kegiatan dan kebutuhan masyarakat di Dusun Puwono,” ungkap Kepala Dusun Puwono, Tugiyono.
Tidak hanya sektor wisata, Dusun Puwono juga memiliki potensi pada bidang pertanian, perkebunan, dan UMKM.
Komoditas unggulan yang dikembangkan masyarakat meliputi kopi robusta siap konsumsi, produksi gula aren, serta tempe yang menjadi sumber mata pencaharian sekaligus mendukung perekonomian lokal.
Di bidang sosial dan budaya, masyarakat Dusun Puwono masih menjaga nilai-nilai gotong royong melalui kerja bakti, pengajian, hingga Pentas Seni Sedekah Budaya.
Beragam kesenian tradisional seperti ketoprak dan gamelan juga terus dilestarikan melalui partisipasi aktif lintas generasi.
Melalui proses identifikasi potensi selama pelaksanaan KKN-T IDBU 40 UNDIP, mahasiswa memperoleh gambaran kekuatan yang dimiliki dusun sebagai dasar penyusunan program kerja.
Ke depan, sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan perguruan tinggi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing Dusun Puwono sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan tanpa mengesampingkan nilai-nilai budaya dan kelestarian lingkungan.
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar