KKN MIT-22 UIN Walisongo Posko 1 Hadirkan QRIS sebagai solusi, Dorong Jajan Selamarta Go Digital

waktu baca 2 menit
Jumat, 21 Agu 2026 20:00 13 jatengvox

Jatengvox.com – Perkembangan teknologi pembayaran digital kini semakin dekat dengan kehidupan masyarakat, termasuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Melihat kebutuhan tersebut, mahasiswa KKN MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 1 Desa Beji turut mendorong digitalisasi UMKM melalui pendampingan pembuatan QRIS bagi Jajan Selamarta, usaha kuliner yang berada di Perumahan Selamarta, Beji, Ungaran Timur.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 21 Agustus 2026 ini merupakan bagian dari program kerja Divisi Ekonomi Kreatif (Ekraf). Pendampingan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan mahasiswa terhadap pelaku UMKM agar dapat mengikuti perkembangan sistem pembayaran yang semakin praktis dan mudah digunakan.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Ajak Anak-Anak SD Ngempon Belajar Bersama Rutin

Jajan Selamarta merupakan usaha kuliner milik Bu Ning yang menyediakan berbagai jajanan, mulai dari dimsum, sempol, hingga takoyaki. Usaha ini menjadi salah satu pilihan jajanan bagi masyarakat di sekitar Perumahan Selamarta.

Gagasan pembuatan QRIS bermula dari cerita Bu Ning yang menyampaikan bahwa beberapa kali pelanggan sempat menanyakan apakah pembayaran dapat dilakukan menggunakan QRIS.

Namun, keinginan tersebut belum dapat diwujudkan karena Bu Ning mengalami kesulitan dalam proses pembuatan QRIS secara mandiri.

Melihat kebutuhan tersebut, mahasiswa KKN Posko 1 kemudian berinisiatif membantu proses pembuatan QRIS sekaligus memberikan pendampingan kepada Bu Ning.

Baca juga:  Minat Mobil Bekas Meningkat, BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan 169 Persen

Mahasiswa membantu proses pendaftaran hingga QRIS dapat digunakan sebagai salah satu pilihan metode pembayaran di Jajan Selamarta.

Dengan adanya QRIS, pelanggan kini memiliki alternatif pembayaran yang lebih praktis tanpa harus selalu membawa atau menyiapkan uang tunai.

Bagi pelaku usaha, kehadiran pembayaran digital juga dapat menjadi salah satu langkah untuk memberikan pelayanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelanggan saat ini.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembuatan QRIS, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap pengembangan UMKM di lingkungan masyarakat.

Melalui program kerja Divisi Ekonomi Kreatif, mahasiswa berupaya melihat kebutuhan yang secara langsung dirasakan oleh pelaku usaha dan memberikan pendampingan sesuai dengan kebutuhan tersebut.

Bagi KKN MIT-22 UIN Walisongo Posko 1, dukungan terhadap UMKM tidak harus selalu diwujudkan melalui program besar.

Baca juga:  ASEAN+3 Bahas Penguatan Ekonomi Regional di Tengah Ketidakpastian Global

Hal sederhana seperti membantu pelaku usaha memiliki akses pembayaran digital juga dapat menjadi langkah yang bermanfaat dalam mendukung perkembangan usaha.

Melalui pendampingan ini, Jajan Selamarta diharapkan dapat semakin mudah melayani pelanggan sekaligus mulai beradaptasi dengan perkembangan transaksi digital.

Kegiatan tersebut juga menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk turut berkontribusi dalam mendorong kemandirian dan kemajuan ekonomi masyarakat.

Dari seporsi dimsum, sempol, dan takoyaki, Jajan Selamarta kini mengambil satu langkah kecil menuju UMKM yang lebih praktis, adaptif, dan siap mengikuti perkembangan era digital melalui QRIS.

 

 

Penulis: Tim KKN MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 1 Desa Beji

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA