Kemlu Catat Terobosan Diplomasi Perbatasan 2025, Indonesia Perkuat Stabilitas Kawasan

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mencatat sejumlah kemajuan penting dalam penyelesaian persoalan perbatasan sepanjang tahun 2025.

Capaian tersebut mencakup perbatasan Indonesia dengan Malaysia, Timor-Leste, dan Vietnam—wilayah yang selama ini menjadi perhatian strategis dalam diplomasi kawasan.

Di tengah situasi geopolitik global yang semakin dinamis dan sulit diprediksi, Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga kedaulatan nasional melalui pendekatan diplomasi yang aktif, terukur, dan berorientasi pada stabilitas jangka panjang.

Menteri Luar Negeri Sugiono menekankan bahwa menjaga kedaulatan negara tidak hanya bertumpu pada kekuatan militer, tetapi juga pada kerja sama strategis dengan negara mitra.

Baca juga:  Tingkatkan Kesadaran Lingkungan, KKN UIN Walisongo Posko 05 Gelar Seminar Ekologi di Desa Pamriyan

Hal tersebut disampaikan dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 yang digelar di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Menurut Sugiono, sepanjang satu tahun terakhir Indonesia telah menyepakati tujuh kerja sama di bidang pertahanan serta 16 perjanjian penegakan hukum dengan berbagai negara mitra.

Kesepakatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kepastian kerja sama regional dan meningkatkan interoperabilitas di kawasan.

“Pertahanan dan keamanan kita terus dibangun melalui jaringan strategis yang saling menguatkan dengan mitra-mitra kunci,” ujar Sugiono.

Selain kerja sama formal, Indonesia juga aktif membuka ruang dialog tingkat tinggi. Sepanjang 2025, pemerintah menggelar empat dialog 2+2 bersama negara mitra utama, yakni Tiongkok, Jepang, Australia, dan Turki. Forum ini melibatkan kementerian luar negeri dan pertahanan dari masing-masing negara.

Baca juga:  KKN-T Tim 5 Undip Atasi Genangan di TPS3R Karangsari Kendal melalui Pembuatan Biopori dan Edukasi Perawatan

Sugiono menyebut, intensitas pertemuan tersebut mencerminkan kesadaran bersama bahwa stabilitas kawasan harus dijaga melalui komunikasi terbuka, terlebih di tengah meningkatnya risiko salah persepsi dan salah perhitungan antarnegara.

Diplomasi, dalam konteks ini, menjadi instrumen penting untuk mencegah eskalasi dan menjaga kepercayaan antarnegara.

Pemerintah menilai ketahanan nasional tidak dibangun melalui unjuk kekuatan semata. Sebaliknya, kepastian hukum, pencegahan konflik, serta dialog berkelanjutan menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas.

Pendekatan ini sejalan dengan posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten mengedepankan prinsip perdamaian, non-konfrontasi, dan kerja sama regional.

Baca juga:  Menag Ajak Negara MABIMS Bangun Sinergi Keilmuan untuk Peradaban Islam Modern

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Malaysia, termasuk dalam penyelesaian berbagai isu perbatasan yang masih memerlukan pembahasan teknis lanjutan.

Presiden menyampaikan bahwa kedua negara memiliki kesamaan pandangan untuk mencari solusi yang adil dan saling menguntungkan, meskipun proses penyelesaiannya membutuhkan waktu.

“Prinsipnya kita sepakat untuk mencari penyelesaian yang menguntungkan kedua pihak,” kata Presiden Prabowo.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Pemkab Pekalongan Tetap Maksimalkan Pelayanan Publik di Tengah Dinamika Pemerintahan
Pemprov Jateng Siapkan Rp6 Miliar untuk THR 13 Ribu PPPK Paruh Waktu, Cair 13 Maret
DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi
Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial
Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam
Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025
Embung Plosorejo Sragen Diresmikan, 50 Hektare Sawah Kini Punya Cadangan Air Saat Kemarau
Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:22 WIB

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Pemkab Pekalongan Tetap Maksimalkan Pelayanan Publik di Tengah Dinamika Pemerintahan

Selasa, 10 Maret 2026 - 07:00 WIB

Pemprov Jateng Siapkan Rp6 Miliar untuk THR 13 Ribu PPPK Paruh Waktu, Cair 13 Maret

Senin, 9 Maret 2026 - 15:39 WIB

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi

Senin, 9 Maret 2026 - 06:06 WIB

Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:17 WIB

Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025

Berita Terbaru