GAS Nikah, Inisiatif Kemenag Tingkatkan Kesadaran Pernikahan Legal di Kalangan Pemuda

Minggu, 28 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam memperkenalkan program GAS Nikah (Gerakan Sadar Pencatatan Nikah).

Gerakan ini lahir sebagai inovasi untuk membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya pencatatan pernikahan secara sah, sekaligus menyiapkan mereka menghadapi pernikahan dengan lebih matang, baik lahir maupun batin.

Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar urusan pribadi, melainkan juga tanggung jawab sosial.

Pernyataan itu ia sampaikan saat kegiatan Sakinah Funwalk dan GAS Nikah di Kota Semarang, pada Minggu, 28 September 2025.

Baca juga:  Menag Soroti Potensi Zakat Indonesia, Realisasi Masih Jauh dari Target

Fenomena penurunan angka pernikahan menjadi salah satu alasan utama Kemenag meluncurkan GAS Nikah. Meski Indonesia memiliki populasi muda yang besar, data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencatat 69,75 persen pemuda belum menikah.

Menurut Abu Rokhmad, gaya hidup anak muda yang semakin nyaman hidup sendiri turut memengaruhi tren tersebut.

Media sosial pun kerap menampilkan narasi negatif tentang pernikahan, sehingga muncul anggapan bahwa kebahagiaan bisa diraih tanpa ikatan rumah tangga.

“Melalui GAS Nikah, kami ingin membangun kesadaran baru. Pernikahan adalah fondasi lahirnya generasi penerus bangsa yang kuat,” jelasnya.

Baca juga:  PHBS Goes to Elementary School: KKN Posko 11 Kenalkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Pencatatan nikah yang sah bukan hanya formalitas administratif. Di baliknya, terdapat perlindungan hukum dan sosial bagi pasangan maupun anak yang lahir dari pernikahan tersebut.

Tanpa pencatatan resmi, banyak hak bisa terabaikan, mulai dari waris hingga perlindungan anak.

Selain itu, GAS Nikah juga diharapkan menjadi wadah edukasi tentang makna pernikahan. Anak muda diajak untuk memahami bahwa membina rumah tangga bukan sekadar mengikuti tren, melainkan keputusan besar yang membutuhkan kesiapan mental, emosional, dan spiritual.

Abu Rokhmad menekankan agar pemuda tidak lagi menunda pernikahan hanya karena pengaruh gaya hidup modern.

Baca juga:  Urusan Haji dan Umrah Resmi Dialihkan ke Kementerian Baru, Presiden Tekankan Pelayanan

Menurutnya, keputusan untuk menikah perlu didasari kesiapan, bukan sekadar menunggu “sempurna”.

“Kita ingin anak-anak muda berani mengambil keputusan ketika sudah siap. Dengan pencatatan nikah yang sah, mereka akan terlindungi secara hukum sekaligus membangun keluarga sakinah,” tegasnya.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Prabowo Tegaskan Pendidikan Kunci Sukses Bangsa di Era Teknologi
Pelayanan Publik di Pati Dipastikan Tetap Berjalan Usai OTT KPK, Wagub Jateng Minta Kepala Daerah Jaga Integritas
Mahasiswa KKN UPGRIS Ajak Siswa SDN Beji 01 Belajar Coding Lewat Permainan Seru
Kemendag Perkuat Pengawasan Barang Beredar Lewat Sistem Digital Terpadu Nasional
KPK Gelar OTT di Pati, Bupati Sudewo Diamankan untuk Pemeriksaan
BPS Ungkap Komoditas Pangan Pemicu Inflasi Jelang Ramadan dan Lebaran
Klaim Asuransi Gagal Panen Mulai Diproses, Ribuan Hektare Sawah Jateng Terdampak Banjir
Penanganan Muara Sungai Pascabencana Jadi Fokus Kementerian PU di Sumatra dan Aceh

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:51 WIB

Prabowo Tegaskan Pendidikan Kunci Sukses Bangsa di Era Teknologi

Rabu, 21 Januari 2026 - 05:16 WIB

Pelayanan Publik di Pati Dipastikan Tetap Berjalan Usai OTT KPK, Wagub Jateng Minta Kepala Daerah Jaga Integritas

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:16 WIB

Mahasiswa KKN UPGRIS Ajak Siswa SDN Beji 01 Belajar Coding Lewat Permainan Seru

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:10 WIB

KPK Gelar OTT di Pati, Bupati Sudewo Diamankan untuk Pemeriksaan

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:00 WIB

BPS Ungkap Komoditas Pangan Pemicu Inflasi Jelang Ramadan dan Lebaran

Berita Terbaru