Menag Tekankan Deteksi Dini dan Pendekatan Kemanusiaan untuk Cegah Konflik Keagamaan

Selasa, 7 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan seluruh jajarannya agar lebih sigap dalam mendeteksi dini potensi konflik keagamaan di masyarakat.

Menurutnya, para pimpinan satuan kerja (satker) harus aktif memantau dinamika sosial dan segera mencari solusi sebelum permasalahan berkembang menjadi konflik terbuka.

“Kita harus memperhitungkan potensi dini secara proporsional. Jangan menunggu masalah membesar, tapi aktif mendeteksi sejak awal. Jika perlu, libatkan aparat seperti Badan Intelijen Negara (BIN),” ujar Menag saat memimpin rapat Breakfast Meeting di Kantor Kementerian Agama, Lapangan Banteng, Jakarta, pada Selasa, 7 Oktober 2025.

Sebagai lembaga yang menangani urusan keagamaan, Menag menegaskan Kemenag mesti menjadi pihak pertama yang hadir ketika muncul persoalan yang menyangkut isu keagamaan di masyarakat.

“Kita harus cepat tanggap terhadap isu keagamaan dan menjadi yang pertama dalam mendeteksi potensi masalah—jangan sampai keduluan pihak lain,” jelasnya.

Dalam arahannya, Nasaruddin Umar juga menekankan pentingnya pengambilan keputusan berbasis data.

Ia menyebut pendekatan induksi-kuantitatif akan menghasilkan solusi yang lebih proporsional dan tepat sasaran dibandingkan keputusan yang hanya berlandaskan asumsi.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 21 Kenalkan Seni Ecoprint Berbasis Lingkungan kepada Siswa MI Ma’arif Desa Gogik

“Semua harus berbasis data. Jangan menggunakan pendekatan deduksi-kualitatif semata. Dengan data, hasil akhirnya akan lebih terukur dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Selain itu, Menag juga menyoroti perlunya penguatan sosialisasi Peraturan Bersama Menteri (PBM) Nomor 9 dan 8 Tahun 2006.

Ia meminta para pimpinan daerah memastikan aturan tersebut benar-benar dipahami oleh masyarakat maupun pemerintah daerah.

“PBM ini penting untuk dipahami kembali agar potensi konflik, terutama terkait pendirian rumah ibadat, bisa diminimalisir,” paparnya.

Sebagai informasi, PBM tersebut berisi pedoman pelaksanaan tugas kepala daerah dalam menjaga kerukunan umat beragama, pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta tata cara pendirian rumah ibadat.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Bersama Warga Kaligawe Tanam Sereh Wangi dan Pasang Barcode untuk Edukasi

Menutup arahannya, Nasaruddin Umar mengingatkan pentingnya mengedepankan pendekatan sosial dan kemanusiaan dalam menjaga kerukunan.

Menurutnya, masyarakat lebih mudah tersentuh dengan empati dan dialog daripada dengan pendekatan hukum semata.

“Jangan hanya bicara dengan bahasa regulasi. Gunakan juga bahasa kemanusiaan yang bisa menyentuh hati masyarakat. Itulah kunci kerukunan yang sejati,” tandasnya.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

KAI Daop 2 Bandung Catat Kenaikan 19,9% Penumpang KA Jarak Jauh pada Triwulan I 2026, Maret Jadi Puncak Tertinggi
Partner Day Doctor Web di Jakarta: Membuka Peluang Baru dalam Kerja Sama Keamanan Siber
RSJPD Harapan Kita – Tokushukai Capai Topping Off, PTPP Hadirkan Smart Hospital Berteknologi Tinggi
Dukung Ekosistem Makan Bergizi Gratis, Krakatau Steel dan Kemendes PDT Bangun Desa Tematik
Setelah Wilayah Jakarta Barat, PAM JAYA dan TP PKK DKI Jakarta Bagi Toren Air Gratis kepada Masyarakat Jakarta Utara
Pentingnya Menjaga Eksistensi Industri Mineral, Ini Buktinya
Bittime Luncurkan Kampanye Mining Points 2.0 di Tengah Volatilitas Pasar dan Lonjakan Perdagangan USDT/IDR
KAI Logistik Kelola 3,6 Juta Ton Barang di TW 1 dengan Peningkatan 24% pada Angkutan Peti Kemas

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 00:03 WIB

KAI Daop 2 Bandung Catat Kenaikan 19,9% Penumpang KA Jarak Jauh pada Triwulan I 2026, Maret Jadi Puncak Tertinggi

Kamis, 16 April 2026 - 22:03 WIB

Partner Day Doctor Web di Jakarta: Membuka Peluang Baru dalam Kerja Sama Keamanan Siber

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

RSJPD Harapan Kita – Tokushukai Capai Topping Off, PTPP Hadirkan Smart Hospital Berteknologi Tinggi

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

Dukung Ekosistem Makan Bergizi Gratis, Krakatau Steel dan Kemendes PDT Bangun Desa Tematik

Kamis, 16 April 2026 - 18:03 WIB

Setelah Wilayah Jakarta Barat, PAM JAYA dan TP PKK DKI Jakarta Bagi Toren Air Gratis kepada Masyarakat Jakarta Utara

Berita Terbaru