Jatengvox.com – Upaya revitalisasi Sendang Kemantren, Kelurahan Mijen, Kota Semarang, mendapat dukungan melalui inovasi teknologi yang dikembangkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 52 Universitas Diponegoro (Undip).
Mahasiswa menghadirkan sistem penerangan otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi.
Inovasi tersebut dikembangkan sebagai bagian dari program kerja “Revitalisasi Sendang”, dengan melihat kebutuhan penerangan di kawasan Sendang Kemantren yang berada cukup jauh dari pemukiman.
Kondisi tersebut membuat akses terhadap jaringan listrik menjadi terbatas sehingga diperlukan alternatif penerangan yang dapat menyesuaikan karakteristik lingkungan setempat.
Sendang Kemantren sendiri memiliki potensi lingkungan yang dapat dikembangkan sebagai kawasan wisata.

Kawasan sendang yang berada di sekitar hutan jati Mijen tersebut selama ini turut mendapatkan perawatan dari kelompok tani setempat.
Namun, belum tersedianya fasilitas penerangan menjadi salah satu kendala yang ditemukan mahasiswa dalam proses pengembangan kawasan tersebut.
Berangkat dari kondisi itu, mahasiswa Program Studi Informatika Undip merancang sistem penerangan yang tidak sepenuhnya bergantung pada jaringan listrik.
Setelah melakukan koordinasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan berdiskusi bersama Kepala Kelompok Tani, dipilihlah kombinasi teknologi IoT dan panel surya sebagai pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan lokasi.
Dalam sistem yang dikembangkan, panel surya berfungsi menangkap energi matahari untuk kemudian dimanfaatkan sebagai sumber daya penerangan.
Sementara itu, teknologi IoT digunakan untuk mendukung pengoperasian lampu secara otomatis berdasarkan pengaturan yang telah dirancang.
Pengembangan perangkat dilakukan secara bertahap. Mahasiswa terlebih dahulu menentukan kebutuhan komponen, kemudian melakukan perakitan rangkaian, mengintegrasikan panel surya dengan perangkat pengendali dan penyimpanan energi, serta melakukan pengujian sistem sebelum perangkat diterapkan di kawasan Sendang Kemantren.

“Pemanfaatan panel surya dipilih karena lokasi sendang memiliki keterbatasan akses listrik. Dengan sistem otomatis, lampu diharapkan dapat memberikan penerangan tanpa harus selalu dioperasikan secara manual,” jelas mahasiswa KKN-T IDBU 52 Undip.
Penerapan teknologi tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan ilmu Informatika untuk menjawab kebutuhan di lingkungan masyarakat. Teknologi IoT yang selama ini banyak dipelajari dalam konteks akademik dikembangkan menjadi solusi praktis yang disesuaikan dengan kondisi kawasan Sendang Kemantren.
Selain menyediakan alternatif penerangan, kehadiran sistem lampu otomatis diharapkan dapat mendukung proses revitalisasi Sendang Kemantren agar kawasan tersebut menjadi lebih aman dan nyaman, khususnya ketika kondisi lingkungan mulai gelap.
Program ini juga mendukung sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDG 7 melalui pemanfaatan energi matahari sebagai sumber energi bersih, SDG 9 melalui penerapan inovasi teknologi IoT, serta SDG 11 melalui upaya pengembangan infrastruktur lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Melalui pengembangan lampu IoT bertenaga surya tersebut, mahasiswa KKN-T IDBU 52 Undip berharap inovasi yang dihadirkan tidak hanya menjadi bagian dari program kerja mahasiswa, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pengembangan Sendang Kemantren sebagai kawasan yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan.
Penulis: Kaila Talitha Putri Multi
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar