Dorongan Pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren Dinilai Momentum Penting Bagi Santri Indonesia

Kamis, 25 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Pembahasan mengenai pentingnya pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren kembali mencuat.

Mantan Menteri Agama periode 2014–2019, Lukman Hakim Saifuddin, menyebut langkah ini sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi dan memfasilitasi pesantren.

Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam menjaga moderasi beragama yang menjadi ciri khas Indonesia.

“Negara memang wajib hadir memberi perlindungan. Tapi kehadiran itu jangan sampai mendikte independensi pesantren,” ujar Lukman dalam Dialog Media bertajuk Pesantren dan Kehadiran Negara di Jakarta, pada Kamis, 25 September 2025.

Ia menambahkan, keberadaan Hari Santri maupun Undang-Undang Pesantren tidak bisa dilihat sekadar seremoni.

Baca juga:  Mahasiswa UIN Walisongo Ikuti Senam Sehat Minggu Pagi Bersama Ibu-Ibu Dusun Ngelimut

Kedua hal tersebut merupakan bentuk pengakuan sekaligus proteksi negara terhadap dunia pesantren yang telah terbukti menjadi benteng nasionalisme sejak era resolusi jihad hingga perjuangan kemerdekaan.

Senada dengan Lukman, Direktur Pesantren Kemenag, Basnang Said, menegaskan bahwa eksistensi pesantren sudah ada jauh sebelum Indonesia berdiri secara formal.

Catatan sejarah bahkan menunjukkan ada pesantren yang telah berusia ratusan tahun sejak abad ke-14.

Basnang menyoroti lahirnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 yang menjadi regulasi monumental bagi pesantren.

Regulasi itu menegaskan tiga fungsi utama pesantren: pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Namun hingga kini, fungsi pendidikan masih lebih dominan karena posisinya melekat pada unit pendidikan formal.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarakkan Hari Santri di Desa Pasigitan Lewat Lomba Islami

“Contohnya, program kemandirian pesantren sempat ditegur BPK karena dinilai keluar dari jalur pendidikan. Namun kemudian nomenklaturnya diubah menjadi life skill di pesantren sehingga bisa tetap berjalan,” jelas Basnang.

Menurut Basnang, dukungan kelembagaan yang lebih besar akan mempercepat kemandirian pesantren, termasuk dalam aspek ekonomi produktif.

Lebih dari 4.000 pesantren di Indonesia saat ini sudah menerima bantuan langsung, sebuah capaian yang diyakini bisa berkembang lebih jauh jika Direktorat Jenderal Pesantren terbentuk.

“Kalau sudah ada Dirjen Pesantren, pesantren bisa mendapatkan bantuan perangkat multimedia tanpa terhambat nomenklatur pendidikan,” ujarnya.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Tematik UPGRIS Dampingi Proses Belajar Mengaji di TPQ Dusun Susukan

Hal ini akan membuka ruang lebih luas bagi pengembangan dakwah, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat berbasis pesantren.

Basnang juga menyampaikan harapannya agar Presiden hadir dalam malam puncak Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober mendatang.

Acara tersebut akan mengusung tema Bakti Santri untuk Negeri, Kado Presiden untuk Santri Indonesia.

Ia menilai momen Hari Santri menjadi waktu yang tepat untuk menegaskan kembali peran strategis pesantren sekaligus memperlihatkan perhatian negara terhadap dunia pendidikan keagamaan yang selama ini ikut membentuk identitas bangsa.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sehari Bersama Al-Qur’an, Salimah dan Ikadi Gelar Tilawah, Seminar Palestina, dan Buka Puasa Bersama
Sambut Ramadan, Said Abdullah Gelar Kegiatan Nyambheng Taretan di Situbondo
THR ASN 2026 Kapan Cair? Ini Perkiraan Jadwal dan Rincian Nominal yang Disiapkan Pemerintah
PPPK Paruh Waktu 2026 Dihapus? Ini Penjelasan Resmi Pemerintah
Kemenag Hadirkan Semesta Ramadan Asri di IKN, Perkuat Peran Zakat dan Wakaf untuk Ekonomi Umat
MTQ Diusulkan Digelar Setiap Tahun, Menag Nilai Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Siswa Difabel Tampil Percaya Diri di D’Modifest 2026 Semarang, Panggung Inklusif yang Menggetarkan Hati
ASN Turun Tangan Bersihkan Kantor, Gerakan Jateng ASRI Kian Nyata di Jalan Pahlawan Semarang

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 20:53 WIB

Sehari Bersama Al-Qur’an, Salimah dan Ikadi Gelar Tilawah, Seminar Palestina, dan Buka Puasa Bersama

Senin, 2 Maret 2026 - 16:29 WIB

Sambut Ramadan, Said Abdullah Gelar Kegiatan Nyambheng Taretan di Situbondo

Senin, 2 Maret 2026 - 09:10 WIB

THR ASN 2026 Kapan Cair? Ini Perkiraan Jadwal dan Rincian Nominal yang Disiapkan Pemerintah

Senin, 2 Maret 2026 - 06:21 WIB

PPPK Paruh Waktu 2026 Dihapus? Ini Penjelasan Resmi Pemerintah

Minggu, 1 Maret 2026 - 14:25 WIB

Kemenag Hadirkan Semesta Ramadan Asri di IKN, Perkuat Peran Zakat dan Wakaf untuk Ekonomi Umat

Berita Terbaru