Jatengvox.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi. Kali ini, Dinas Komunikasi, Informatika dan Digital (Diskomdigi) Jawa Tengah menjalin kerja sama strategis dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro, Jumat (20/2/2026).
Penandatanganan perjanjian berlangsung di Grhadika Bhakti Praja dan menjadi bagian dari rangkaian Collaborative Award 2026.
Kerja sama ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret untuk mempertemukan dunia akademik dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Kolaborasi tersebut ditandatangani Kepala Diskomdigi Jateng Agung Hariyadi dan Dekan FISIP Undip Teguh Yuwono, serta disaksikan langsung Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama jajaran pejabat Pemprov Jateng.
Agung Hariyadi menjelaskan, kerja sama ini membuka peluang luas bagi mahasiswa FISIP Undip untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara lebih aplikatif.
Mahasiswa dapat mengikuti program magang praktik kerja lapangan (PKL), melakukan riset di bidang komunikasi dan informatika, hingga terlibat dalam pengabdian masyarakat melalui program desa dampingan.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga bersentuhan langsung dengan kebijakan dan program pemerintah,” ujarnya.
Menariknya, lingkup kerja sama ini tidak terbatas pada jenjang sarjana (S1). Mahasiswa magister hingga doktoral juga mendapat ruang untuk berkolaborasi dalam penelitian maupun kajian kebijakan publik yang relevan dengan kebutuhan Pemprov Jateng.
Selain itu, publikasi informasi pembangunan daerah akan dilakukan secara bersama. Kanal komunikasi pemerintah dan media kampus akan dioptimalkan agar kebijakan strategis Pemprov Jateng lebih mudah dipahami masyarakat dan sivitas akademika.
Kolaborasi ini menjadi penting di era digital, ketika arus informasi begitu cepat dan publik membutuhkan sumber informasi yang kredibel, akurat, serta kontekstual.
Apresiasi atas langkah ini datang dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI Jawa Tengah, Aisyah Endah Palupi.
Ia menyebut, kerja sama antara Pemprov Jateng dan total 117 perguruan tinggi di wilayahnya merupakan bentuk nyata keterlibatan kampus dalam pembangunan.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki sumber daya intelektual yang besar. Namun tanpa kolaborasi dengan pemerintah dan industri, hasil riset dan gagasan akademik sering kali berhenti di meja diskusi.
“Dengan pengawalan dari pemerintah provinsi serta kolaborasi dengan industri di daerah, dampaknya akan lebih nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Sinergi ini diharapkan mempercepat hilirisasi riset kampus menjadi kebijakan, inovasi, maupun solusi konkret untuk persoalan daerah.
Editor : Murni A














