Cegah Bullying Lewat Lagu, Mahasiswa KKN Undip Edukasi Siswa SDN Pondok 03

waktu baca 3 menit
Sabtu, 1 Agu 2026 20:32 2 jatengvox

Jatengvox.com — Pada Rabu (29/07/2026), SD Negeri Pondok 03 menjadi lokasi pelaksanaan salah satu program kerja multidisiplin mahasiswa KKN Universitas Diponegoro di Desa Pondok, yaitu sosialisasi pencegahan bullying dan perlindungan diri yang digagas oleh Naila Titanaya, mahasiswa Fakultas Psikologi. Kegiatan yang merupakan satu dari sepuluh program kerja multidisiplin lintas program studi ini dimulai pukul 09.30 WIB dan diikuti oleh 39 siswa kelas 4 hingga 6, setelah satu siswa lainnya berhalangan hadir.

Program ini dirancang untuk memberikan penguatan pemahaman mengenai pencegahan bullying dan perlindungan diri kepada siswa, mulai dari pengenalan sentuhan aman dan tidak aman hingga keberanian melapor kepada orang dewasa terpercaya. Melalui media edukasi interaktif yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak, kegiatan ini turut mendukung upaya perlindungan diri sekaligus menumbuhkan sikap saling menghargai antarsesama siswa.

Acara dibuka oleh Resandra Arta Mefia, mahasiswa Sastra Indonesia yang bertugas sebagai pembawa acara. Setelah menyapa para siswa dan membangun suasana penuh semangat, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SD Negeri Pondok 03, Bapak Sarwoko, S.Pd., sebelum memasuki rangkaian kegiatan utama.

Baca juga:  Robot Humanoid Unitree: Dari Otomasi Industri hingga Interaksi Publik

Materi “Yuk, Jadi Sahabat Baik: Stop Bullying!” Bersama Naila Titanaya

Dalam sesi bertajuk “Yuk, Jadi Sahabat Baik: Stop Bullying!”, Naila menyampaikan materi lengkap mengenai pencegahan bullying kepada seluruh peserta. Mulai dari pengertian bullying sebagai tindakan yang dilakukan secara sengaja, menyakiti, dan berulang, empat bentuk bullying yaitu fisik, verbal, sosial/pertemanan, dan cyberbullying, hingga tanda-tanda seorang teman yang mungkin sedang mengalami bullying, seperti terlihat sedih atau takut, sering menyendiri, tiba-tiba berubah sikap, dan tidak mau ke sekolah.

Naila juga memaparkan enam langkah konkret yang dapat dilakukan siswa untuk mencegah bullying, di antaranya saling menghargai, tidak mengejek kekurangan teman, tidak mengucilkan, berani membela dengan cara aman, membantu teman yang kesulitan, dan bijak dalam bermain media sosial.

Baca juga:  Latih Keberanian Bicara di Depan Umum, Mahasiswa KKN Undip Ajak Karang Taruna Desa Pondok Praktik Public Speaking

Untuk membantu peserta memahami materi yang disampaikan, Naila mengajak siswa menilai beberapa contoh situasi sehari-hari dan menentukan apakah situasi tersebut termasuk bullying atau bukan. Salah satu situasi yang diberikan adalah kasus seorang anak yang terus-menerus mengejek gaya rambut temannya meski sudah diminta berhenti.

Para siswa terlihat antusias dan aktif menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan, sementara ruangan tetap kondusif sepanjang sesi berlangsung. Ketika ditanya kembali di akhir sesi, banyak siswa masih mampu menyebutkan kembali sejumlah poin penting dari materi yang telah disampaikan.

Sebagai penguatan materi, seluruh siswa kemudian diajak menyanyikan lagu edukasi “Jaga Diri, Jaga Teman” karya Naila. Lagu tersebut disusun berdasarkan lima pesan utama mengenai pencegahan bullying dan perlindungan diri, mulai dari tidak mengejek, saling menyayangi, berani mengatakan “stop” ketika mendapat perlakuan yang tidak nyaman, menolong teman, hingga melapor kepada orang dewasa yang dipercaya.

Dengan menggunakan melodi lagu anak “Balonku Ada Lima”, pesan-pesan tersebut disampaikan melalui cara yang lebih dekat dengan keseharian siswa. Para siswa mengikuti nyanyian dengan antusias hingga lagu selesai.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Undip Edukasi Anti-Bullying di SD 2 Sendang, Tanamkan Empati Sejak Dini

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sambutan dari Kepala SD Negeri Pondok 03, Bapak Sarwoko, S.Pd. “Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN yang sudah memberikan kegiatan dan pembelajaran kepada anak-anak kami. Semoga kegiatan seperti ini bisa memberikan pengalaman dan manfaat bagi anak-anak,” ujar beliau. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dokumentasi bersama siswa dan para guru.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya diperkenalkan pada konsep pencegahan bullying dan perlindungan diri, tetapi juga diajak memahami pesan tersebut melalui media yang lebih dekat dengan karakteristik mereka. Tak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, video lagu edukasi “Jaga Diri, Jaga Teman” yang dirancang sendiri oleh Naila sebagai media psikoedukasi bagi anak-anak turut diserahkan kepada pihak sekolah agar dapat digunakan kembali sebagai media pembelajaran dan penguatan karakter siswa di kemudian hari.

Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi kegiatan terhadap SDG 3 melalui penguatan aspek kesejahteraan dan perlindungan anak, serta SDG 4 melalui penyediaan edukasi yang mendukung proses pembelajaran dan pengembangan keterampilan sosial siswa.

 

Penulis: Naila Titanaya Rosa Sutarto

 

Editor : Uswatun Khasanah

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA