Jatengvox.com – Kunjungan mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 17 ke salah satu UMKM Desa Pidodo Kulon memberikan pengalaman berharga sekaligus inspirasi.
Mereka berkesempatan mengenal lebih dekat Bolu Kering 57, usaha rumahan milik Ibu Kasmudah berusia 44 tahun yang bersama suami dan satu orang karyawan setia menjaga kualitas cita rasa tradisional.
Produk Bolu Kering 57 ini dibuat dari gula, jahe, parutan jeruk nipis, tepung terigu, dan kelapa.
Perpaduan sederhana namun unik itulah yang menjadikan Bolu Kering 57 berbeda dari yang lain.
“Kami mengerjakan usaha ini berdua dengan suami, ditambah satu karyawan. Tidak ada rencana menambah pekerja, karena melatih orang baru itu butuh waktu dan perhatian khusus,” jelas Ibu Kasmudah, Rabu (20/08/2025).
Awal mula usaha ini tidak terlepas dari pengalaman orang tua Ibu Kasmudah yang bekerja sebagai buruh di tempat lain.
Dari situlah muncul tekad untuk menciptakan produk sendiri. Meski sempat sulit menembus pasar karena dianggap mahal dan ukurannya kecil, Bolu Kering 57 kini telah mendapat tempat di hati warga.
Pemasarannya menjangkau seluruh Desa Pidodo Kulon, dengan para penjual yang rutin mengambil produk untuk dipasarkan kembali.
Bagi Ibu Kasmudah, usaha ini tidak sekadar mencari keuntungan. Lebih dari itu, ia bisa lebih dekat dengan keluarga dan tetap mengontrol anak-anak di rumah.
“Bagi masyarakat sekitar, setidaknya bisa membuka lapangan pekerjaan walaupun kecil, tapi bisa membantu menghidupi keluarga,” tambahnya.
Kehadiran mahasiswa KKN disambut hangat, karena selain silaturahmi, mereka juga belajar langsung bagaimana UMKM desa bertahan di tengah tantangan zaman.
Mahasiswa menilai semangat Ibu Kasmudah dapat menjadi contoh bagi generasi muda desa.
Di akhir pertemuan, Ibu Kasmudah menyampaikan pesan sederhana: “Jangan pernah takut untuk mencoba, karena kita tidak tahu usaha yang dilakukan sekarang akan berdampak besar ke depannya.”